get app
inews
Aa Text
Read Next : BSPS 2026 Targetkan Renovasi 33 Ribu Rumah di Jatim

Pembeli Rumah untuk Hunian Sendiri Jadi Penopang Pasar Properti Surabaya

Jum'at, 08 Mei 2026 | 06:27 WIB
header img
Untuk mendongkrak pasar properti, Pakuwon Group? menggelar Grand Living Festival di Fashion Atrium Pakuwon Mall. Foto : Lukman Hakim.

​SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Meski pasar properti nasional secara umum tengah mengalami perlambatan, daya beli masyarakat Surabaya di segmen menengah atas tercatat masih cukup solid. 

Pakuwon Group mengonfirmasi bahwa segmen end user atau pembeli rumah untuk dihuni sendiri tetap menjadi motor penggerak pasar saat ini.

​Direktur Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen transaksi properti saat ini didominasi oleh kebutuhan hunian, bukan sekadar investasi spekulatif. Hal inilah yang mendasari optimisme pengembang terhadap prospek pasar di sisa tahun ini.

​“Investor mungkin sedang menahan diri, tetapi mayoritas masyarakat membeli rumah karena kebutuhan mendesak untuk tempat tinggal. Inilah yang membuat pasar tetap bergerak dinamis,” ujar Sutandi di sela pameran properti di Surabaya, Kamis (7/5/2026).

Sutandi menilai saat ini merupakan momentum emas bagi calon pembeli. Pasalnya, di tengah ancaman kenaikan biaya konstruksi dan inflasi, pengembang masih berupaya menahan harga jual, terutama selama periode pameran properti Mei 2026.

​“Ke depan harga pasti naik mengikuti kenaikan biaya bahan bangunan. Namun saat ini, kami masih menawarkan harga terbaik yang disertai berbagai kemudahan pembiayaan,” tambahnya.

​Optimisme ini berkaca pada pencapaian akhir tahun 2025 lalu. Dari target penjualan Rp200 miliar, realisasi transaksi justru melonjak hingga Rp280 miliar. Saat ini, hunian di rentang harga Rp2,5 miliar hingga Rp10 miliar menjadi kelas yang paling agresif, sementara pasar di bawah Rp2 miliar justru cenderung lebih melambat.

Sinergi antara pengembang dan perbankan turut memperkuat pasar. Vice President Consumer Loan BCA Surabaya, Meliani Tjondro, menyatakan pihaknya tetap mempertahankan program suku bunga KPR di level 2,9 persen meski ada tren kenaikan suku bunga acuan.

​“Kami belum menaikkan suku bunga sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian. Selain bunga kompetitif, kami juga menawarkan tenor hingga 20 tahun,” jelas Meliani.

Di tengah isu kenaikan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) secara nasional, Meliani menyebut kondisi KPR di Surabaya masih sangat sehat. Angka NPL KPR di wilayah Surabaya berada di kisaran 1,5 persen, jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional.

​“Secara nasional memang ada kenaikan, tetapi khusus di Surabaya angka NPL justru cenderung menurun dan sangat terjaga. Hal ini karena kami sangat selektif dalam memilih mitra pengembang, terutama dari sisi legalitas dan kualitas proyek,” pungkasnya.

​Guna menangkap minat pasar yang tinggi, Pakuwon Group kembali menggelar Grand Living Festival pada 7–10 Mei 2026 di Fashion Atrium Pakuwon Mall, yang menyajikan beragam produk mulai dari rumah tapak, apartemen, hingga ruang kantor.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut