Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ketimpangan Inflasi di Jatim, Kendala Logistik dan Pasokan Diduga Jadi Pemicu
Advertisement . Scroll to see content

Cabai hingga Tarif Listrik Meroket, Inflasi Jatim Nyaris 5 Persen

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:38 WIB
  • author Lukman Hakim
Cabai hingga Tarif Listrik Meroket, Inflasi Jatim Nyaris 5 Persen
Pemprov Jatim menggelar Pasar Murah di Halaman Gedung Serbaguna, Kelurahan Pare, Kabupaten Kediri. Foto : istimewa.

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur (Jatim) mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) pada Februari 2026 sebesar 4,88 persen. Angka tersebut menunjukkan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,90 pada Februari 2025 menjadi 111,07 pada Februari 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Jatim, Ir. Herum Fajarwati, M.M., menjelaskan bahwa secara umum perkembangan harga berbagai komoditas pada Februari 2026 mengalami kenaikan.

“Berdasarkan hasil pemantauan di 11 kabupaten/kota, selain inflasi y-on-y sebesar 4,88 persen, secara month to month (m-to-m) tercatat inflasi 0,95 persen dan secara year to date (y-to-d) sebesar 0,74 persen,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Menurut Herum, inflasi y-on-y terjadi akibat kenaikan harga pada hampir seluruh kelompok pengeluaran. Kenaikan tertinggi tercatat pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 20,71 persen, disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 18,59 persen.

Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan 3,84 persen; kesehatan 2,20 persen; pendidikan 1,88 persen; penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,35 persen; transportasi 0,87 persen; rekreasi, olahraga, dan budaya 0,89 persen; pakaian dan alas kaki 0,71 persen; serta perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,22 persen.

“Sementara itu, satu-satunya kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,28 persen,” jelasnya.

Herum menambahkan, sejumlah komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y antara lain tarif listrik, emas perhiasan, daging ayam ras, beras, cabai rawit, telur ayam ras, bawang merah, angkutan udara, Sigaret Kretek Mesin (SKM), mobil, santan jadi, daging sapi, biaya akademi/perguruan tinggi, Sigaret Kretek Tangan (SKT), kontrak rumah, jeruk, sepeda motor, nasi dengan lauk, sewa rumah, dan biaya sekolah dasar.

Adapun komoditas yang menyumbang deflasi y-on-y di antaranya bensin, bawang putih, cabai merah, wortel, ikan mujair, telepon seluler, gula pasir, dan pisang.

Untuk inflasi bulanan (m-to-m), komoditas yang memberikan andil terbesar antara lain cabai rawit, emas perhiasan, daging ayam ras, angkutan udara, telur ayam ras, bawang merah, beras, cabai merah, mobil, SKM, jeruk, sepeda motor, dan jagung manis. Sedangkan bensin dan wortel tercatat sebagai penyumbang deflasi m-to-m.

Dari sisi andil inflasi y-on-y, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga memberikan kontribusi terbesar sebesar 1,98 persen, diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,29 persen, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,08 persen.

Sementara itu, Pemprov Jatim menggelar Pasar Murah di Halaman Gedung Serbaguna, Kelurahan Pare, Kabupaten Kediri, pada Minggu (1/3/2026) guna mengendalikan inflasi serta menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut