Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Persebaya Wajib Waspada, PSIM Pernah Bikin GBT Membisu
Advertisement . Scroll to see content

Drama 10 Lawan 11 di GBT, Alex Martins Antar Persebaya Raih 3 Poin Perdana

Senin, 14 September 2026 | 06:45 WIB
  • author Saiful Arif
Drama 10 Lawan 11 di GBT, Alex Martins Antar Persebaya Raih 3 Poin Perdana
Persebaya Surabaya meraih kemenangan perdana di Super League 2026/2027 setelah menundukkan PSIM Yogyakarta 1-0 di GBT lewat gol Alex Martins. Foto iNewsSurabaya.id/alup

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Persebaya Surabaya akhirnya mengamankan kemenangan pertama di Super League 2026/2027. Bermain di hadapan Bonek dan Bonita di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (13/9/2026), Bajol Ijo menaklukkan PSIM Yogyakarta dengan skor tipis 1-0.

Gol tunggal kemenangan Persebaya dicetak Alex Martins pada menit ke-74. Penyerang asal Brasil tersebut menjadi pemecah kebuntuan dalam pertandingan yang berjalan ketat sejak awal.

Kemenangan ini sekaligus menjadi jawaban Persebaya setelah pada laga pembuka musim hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC.

Sejak peluit awal dibunyikan, Persebaya langsung berusaha mengambil kendali permainan. Serangan demi serangan dibangun untuk menekan pertahanan PSIM.

Namun, upaya tersebut belum menghasilkan gol. PSIM tampil disiplin dengan menjaga pertahanan tetap rapat sehingga sejumlah peluang yang diperoleh Persebaya gagal berujung pada keunggulan.

Memasuki babak kedua, situasi mulai menguntungkan Persebaya. PSIM harus bermain dengan 10 pemain setelah Adrian Purzycki menerima kartu merah pada menit ke-49.

Unggul jumlah pemain membuat Persebaya semakin agresif. Meski demikian, PSIM justru semakin dalam bertahan dan mempersempit ruang yang bisa dimanfaatkan para pemain tuan rumah.

Kondisi tersebut membuat Persebaya tetap harus bekerja keras untuk menemukan celah.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengakui keunggulan jumlah pemain tidak selalu membuat pertandingan menjadi lebih mudah.

“Kadang-kadang jauh lebih sulit bermain 11 lawan 10 karena tim yang kekurangan pemain akan menutup ruang dan fokus bertahan total,” kata Bernardo Tavares seusai pertandingan.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut