get app
inews
Aa Text
Read Next : Unikama Jelang Usia 69 Tahun: Antara Aspirasi Mahasiswa dan Komitmen Kemajuan

Mendiktisaintek Tekankan Kampus Harus Bebas Kekerasan Seksual

Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:05 WIB
header img
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto. (Foto : Andika).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan pentingnya menciptakan kampus sebagai ruang yang aman, sehat, dan nyaman bagi seluruh sivitas akademika.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri pertemuan bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Arifah Fauzi, serta jajaran rektor perguruan tinggi negeri di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Dalam pertemuan tersebut, seluruh pimpinan perguruan tinggi diingatkan untuk terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan kampus. Menurut Brian, kampus harus menjadi tempat belajar yang bebas dari intimidasi maupun segala bentuk kekerasan.

“Kampus harus menjadi ruang yang aman, sehat, dan menyenangkan bagi seluruh sivitas akademika. Jangan sampai masih terjadi kekerasan ataupun kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi,” ujar Brian, Sabtu (9/5/2026).

Ia menjelaskan, jumlah mahasiswa yang terus meningkat setiap tahun dengan latar belakang yang beragam membuat perguruan tinggi perlu memiliki sistem perlindungan yang kuat dan terintegrasi.

Karena itu, sosialisasi mengenai pencegahan kekerasan seksual dinilai harus dilakukan secara berkelanjutan di seluruh lingkungan kampus.

Selain sosialisasi, pemerintah juga mendorong penguatan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS). Perguruan tinggi diminta menyediakan akses pelaporan yang mudah dan aman agar korban maupun saksi tidak takut menyampaikan laporan.

Materi pencegahan kekerasan seksual juga diusulkan menjadi bagian dari pembekalan mahasiswa baru. Langkah tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran sejak awal bahwa kampus harus bebas dari segala bentuk kekerasan.

Sementara itu, Menteri PPA Arifah Fauzi menyampaikan bahwa pihaknya akan menggelar pembekalan bagi ketua Satgas PPKS di perguruan tinggi dalam waktu dekat.

Program tersebut bertujuan memperkuat sistem perlindungan dan penanganan kasus kekerasan seksual di lingkungan akademik.

Selain membahas isu perlindungan sivitas akademika, pertemuan itu juga menyoroti keberhasilan Universitas Negeri Surabaya dalam pengelolaan sampah terpadu. Unesa disebut berhasil mengelola 100 persen sampah secara mandiri tanpa membuang limbah ke luar area kampus.

Program tersebut mendapat apresiasi karena dinilai dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain di Indonesia. Sampah dipilah sejak awal, lalu diolah sesuai jenisnya, bahkan sebagian memiliki nilai ekonomis dan mampu memberikan pemasukan tambahan.

Unesa juga mendeklarasikan program “Zero Waste Campus” sebagai bentuk komitmen terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Ke depan, konsep tersebut diharapkan dapat diterapkan di berbagai perguruan tinggi lain melalui dukungan teknologi pengolahan sampah berbasis kampus.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut