Dunia Kerja Berubah, Balai K3 Surabaya Ungkap Bahaya Tersembunyi di Balik Tren WFH dan Kerja Hybrid
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Perubahan pola kerja di era digital mulai mengubah wajah keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Jika dulu risiko kerja identik dengan kecelakaan fisik di kantor atau pabrik, kini ancaman baru justru muncul dari tekanan mental, kelelahan digital, hingga budaya kerja tanpa batas waktu.
Fenomena bekerja dari rumah atau work from home (WFH), hybrid working, hingga sistem kerja fleksibel dinilai membawa tantangan baru yang tidak bisa lagi ditangani dengan pendekatan K3 konvensional.
Isu tersebut menjadi sorotan dalam kegiatan Safety Insight yang digelar Balai K3 Surabaya secara daring melalui Zoom dan YouTube dengan tema “WFH, Hybrid Working & Masa Depan K3: Dari Workplace Safety menuju Work System Safety”.
Kegiatan ini dibuka Direktur Bina Pengujian K3 Kementerian Ketenagakerjaan RI, Muchamad Yusuf, serta dipandu Penguji Ahli Muda Balai K3 Surabaya, Prihatmoko. Hadir sebagai narasumber utama Wakil Ketua Dewan K3 Provinsi Jawa Timur, Edi Priyanto.
Dalam sambutannya, Muchamad Yusuf menegaskan bahwa transformasi dunia kerja harus diikuti perubahan cara pandang terhadap sistem keselamatan kerja.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan digitalisasi membuat perusahaan tidak lagi cukup hanya fokus pada perlindungan fisik pekerja.
“Perkembangan teknologi, digitalisasi, dan pola kerja hybrid menghadirkan tantangan baru yang membutuhkan pendekatan keselamatan kerja yang lebih adaptif, kolaboratif, dan humanis,” ujarnya.
Editor : Arif Ardliyanto