Haul KH Wahab Chasbullah di Jombang, Gibran Puji Pesantren yang Lahirkan Tokoh Nasional
JOMBANG, iNewsSurabaya.id – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menghadiri Haul ke-55 KH Abdul Wahab Chasbullah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (10/5/2026). Dalam sambutannya di hadapan ribuan santri dan jemaah, Gibran menegaskan pentingnya peran santri sebagai generasi muda yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga akhlak dan nilai kebangsaan.
Menurut Gibran, Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, cinta tanah air, serta mampu beradaptasi dengan perubahan global yang terus berkembang.
“Santri sebagai generasi penerus wajib meneladani perjuangan beliau. Indonesia membutuhkan anak-anak muda dan santri yang berakhlak mulia, cinta tanah air, berani berinovasi, dan mampu beradaptasi,” ujar Gibran dalam sambutannya.
Ia juga menyoroti berbagai tantangan dunia saat ini, mulai dari konflik geopolitik, perang dagang, disrupsi teknologi, hingga perubahan iklim yang dinilai akan berdampak besar terhadap masa depan generasi muda.
“Sekarang ini dunia menghadapi konflik geopolitik, perang tarif, disrupsi teknologi, hingga perubahan iklim. Santri harus siap beradaptasi menghadapi perubahan tersebut,” lanjutnya.
Haul ke-55 ini menjadi momentum mengenang jasa besar KH Abdul Wahab Chasbullah sebagai salah satu ulama pendiri Nahdlatul Ulama (NU). KH Wahab Chasbullah pernah menjabat Rais Aam PBNU pada 1947 menggantikan KH Hasyim Asy'ari dan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 7 November 2014.
Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga mengapresiasi kontribusi Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas yang dinilai berhasil melahirkan banyak tokoh nasional dari berbagai bidang. Beberapa di antaranya adalah Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, mantan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, hingga Rektor UIN Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada para kiai, pengasuh pondok, guru, nyai, dan gus-gus atas kontribusinya dalam melahirkan generasi penerus yang berilmu, berkarakter, dan memiliki keterbukaan berpikir,” katanya.
Editor: Arif Ardliyanto