Komunitas Bank Sampah Banyuwangi Ikuti Pelatihan Kampanye Digital dari Unesa
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar pelatihan optimalisasi media sosial dan kesantunan berbahasa digital bagi komunitas “Omah Olah Sampah” di Kelurahan Bakungan, Kabupaten Banyuwangi.
Kegiatan ini bertujuan memperluas kampanye edukasi lingkungan sekaligus mendukung pemasaran produk hasil pengelolaan sampah melalui pemanfaatan media sosial secara efektif dan berkelanjutan.
Pelatihan tersebut diprakarsai dosen Program Studi Sastra Indonesia Unesa, yakni Kisyani Laksono, Jack Parmin, Ririe Rengganis, dan Arie Yuanita. Kegiatan diikuti sekitar 20 peserta yang terdiri atas pengurus Omah Olah Sampah dan pengelola bank sampah di Kelurahan Bakungan.
Ketua pelaksana PKM Unesa, Faisal, menjelaskan pelatihan ini dilatarbelakangi masih rendahnya kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah ramah lingkungan di sejumlah wilayah Banyuwangi.
“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Jawa Timur tahun 2019, masih terdapat sungai, drainase, hingga lubang tanah yang dijadikan tempat pembuangan sampah di Kabupaten Banyuwangi. Kondisi ini menunjukkan edukasi dan kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah masih perlu ditingkatkan,” ujar Faisal, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, media sosial dapat menjadi sarana efektif untuk menyebarkan edukasi dan kampanye positif mengenai pentingnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
“Melalui pelatihan optimalisasi media sosial ini, kami berharap masyarakat semakin aktif menyebarkan informasi dan edukasi tentang pengelolaan sampah demi menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat di Banyuwangi,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Omah Olah Sampah, Amri, menyebut salah satu kendala utama dalam pengelolaan sampah di Bakungan adalah minimnya sumber daya manusia yang mampu mengelola media sosial secara konsisten.
“Salah satu tantangan kami adalah kurangnya SDM yang terlatih untuk mengoperasikan media sosial secara optimal guna memperluas kampanye praktik baik pengelolaan sampah di Banyuwangi,” ujarnya.
Selama pelatihan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti materi yang diberikan. Selain mempelajari strategi pengelolaan media sosial, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya penggunaan bahasa yang santun dan edukatif dalam menyampaikan kampanye lingkungan di ruang digital.
Editor : Arif Ardliyanto