Sekawan Limo 2 Angkat Budaya Jatim dan Kisah Pesugihan Keluarga
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Film Sekawan Limo 2: Gunung Klawih dipastikan menjadi kelanjutan langsung dari film pertamanya dengan latar waktu tiga tahun setelah peristiwa di Gunung Madyopuro.
Dalam sekuel terbaru garapan Bayu Skak ini, cerita akan lebih berfokus pada karakter Andrew yang menghadapi persoalan keluarga terkait pesugihan.
Bayu Skak mengatakan, sejak awal Sekawan Limo memang dirancang sebagai bagian dari pengembangan ekosistem film oleh Skak Studios. Kesuksesan film pertama yang berhasil meraih sekitar 2,5 juta penonton menjadi alasan kuat untuk melanjutkan kisah tersebut ke film kedua.
“Karakter lama tetap hadir, tetapi dengan perkembangan cerita yang lebih dewasa,” ujar Bayu Skak saat menghadiri special screening film di Surabaya, Sabtu (16/5/2026).
Sementara itu, Firza Valaza mengatakan Sekawan Limo 2 tetap mempertahankan identitas budaya khas Jawa Timur (Jatim) yang menjadi kekuatan utama film pertama. Menurutnya, nuansa lokal dalam sekuel ini justru dibuat lebih kuat dan kompleks.
“Film ini masih membawa budaya Jatim yang kental, tetapi dengan cerita yang lebih matang dan skala yang lebih besar,” kata Firza.
Film ini juga menghadirkan sejumlah pemain baru, seperti Gisel Anastasia, Ferry Salim, dan Eca Japasal. Sementara itu, Cak Kartolo dan Ning Tini kembali tampil membawa nuansa kesenian ludruk khas Jatim yang menjadi ciri kuat film tersebut.
Tak hanya mempertahankan budaya lokal Jatim, Sekawan Limo 2 juga disebut akan menghadirkan cerita yang lebih kompleks dengan berbagai kejutan dan plot twist khas serial film tersebut.
Bayu Skak berharap film keduanya mampu melampaui pencapaian film pertama yang sukses menembus lebih dari 2,5 juta penonton di bioskop.
Selain itu, film ini juga melibatkan lebih banyak komika lokal, khususnya dari Surabaya dan Jatim, guna memperkuat unsur komedi sekaligus kedekatan budaya dengan penonton.
Saat ini, kegiatan yang digelar di sejumlah kota, termasuk Surabaya, masih berupa special screening sebelum perilisan resmi film di bioskop. Sementara tur promosi utama dijadwalkan berlangsung setelah film resmi tayang.
Editor : Arif Ardliyanto