Pemkab Mojokerto Percepat Sertifikasi Halal, Ribuan UMKM Sudah Terverifikasi
MOJOKERTO, iNewsSurabaya.id – Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus mendorong percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bagian dari penguatan daya saing produk lokal.
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, mengatakan program sertifikasi halal menjadi langkah strategis dalam memberikan kepastian bagi produsen maupun konsumen.
“Pelaku UMKM di Kabupaten Mojokerto terus kami dorong untuk mengikuti sertifikasi halal. Ini bagian dari program percepatan halal yang sangat penting,” ujarnya di sela MoU
Dukungan Sertifikasi Halal dari Ajinomoto untuk UMK Mojokerto, Kamis (30/4/2026).
Ia menyebutkan, hingga saat ini jumlah UMKM di Kabupaten Mojokerto mencapai sekitar 142 ribu pelaku usaha. Dari jumlah tersebut, sekitar 16.593 hingga 16.900 UMKM telah mengantongi sertifikat halal.
Menurutnya, capaian tersebut akan terus ditingkatkan, mengingat kewajiban pencantuman label halal pada produk diperkirakan mulai berlaku pada 16 Oktober 2026.
“Kami terus melakukan percepatan agar pelaku UMKM siap menghadapi kewajiban tersebut,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Mojokerto juga aktif memfasilitasi sertifikasi halal secara gratis melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga halal di Jawa Timur.
Salah satu program yang telah berjalan adalah fasilitasi sertifikasi bagi sekitar 500 pelaku UMKM di Pendopo Graha Majatama. Selain sertifikat halal, para pelaku usaha juga mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta pendaftaran merek.
“Antusiasme pelaku UMKM sangat tinggi. Mereka berbondong-bondong mendaftarkan produknya untuk mendapatkan sertifikasi halal,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan sertifikasi halal memberikan manfaat besar, baik bagi produsen maupun konsumen. Produsen mendapatkan kepastian usaha, sementara konsumen merasa lebih aman dalam mengonsumsi produk.
Ke depan, Pemkab Mojokerto akan terus berkoordinasi dengan lembaga halal di Jawa Timur untuk memperluas cakupan sertifikasi, sehingga semakin banyak UMKM yang terfasilitasi.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk lokal sekaligus memperkuat kepercayaan pasar terhadap UMKM di Kabupaten Mojokerto.
Sementara itu, pihak swasta juga turut berkontribusi dalam program ini. Direktur PT Ajinomoto Indonesia, Samsul Bakhri, mengatakan pihaknya meningkatkan dukungan terhadap pelaku UMKM melalui fasilitasi sertifikasi halal.
“Tahun lalu kami mendukung sekitar 100 UMKM. Tahun ini kami tingkatkan menjadi 500 UMKM,” ujarnya.
Ia menambahkan, program tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan lembaga pendamping proses produk halal (LP3H), termasuk dari perguruan tinggi, guna memastikan proses sertifikasi berjalan optimal.
Ke depan, Ajinomoto membuka peluang untuk memperluas dukungan tersebut setelah melakukan evaluasi program yang telah berjalan.
Editor : Arif Ardliyanto