Terinspirasi Kampung Inggris Pare, Untag Surabaya Bentuk Kampung Bahasa di Semolowaru
Tidak hanya menjadi wadah belajar, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan perkotaan. Penguasaan bahasa asing dinilai penting di tengah persaingan global dan perkembangan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Wakil Rektor III Untag Surabaya, Dr. Sumiati, M.M., menegaskan bahwa Program Kampung Bahasa menjadi bagian nyata pelaksanaan pengabdian masyarakat yang dijalankan kampus.
Ia menyebut mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga belajar memahami kondisi sosial masyarakat secara langsung.
“Mahasiswa dapat mengasah kemampuan mengajar sekaligus meningkatkan kepedulian sosial. Sementara bagi warga, ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan kompetensi yang bermanfaat bagi masa depan,” ungkapnya.
Pemerintah Kelurahan Semolowaru pun menyambut positif kolaborasi tersebut. Lurah Semolowaru, Kenny Pieter Tupamahu, S.STP., MM., berharap program ini mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, kemampuan bahasa asing dapat membuka lebih banyak peluang usaha, memperluas pasar UMKM, hingga meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.
“Di era global seperti sekarang, kemampuan bahasa asing menjadi modal penting untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan membuka kesempatan kerja yang lebih luas,” tuturnya.
Melalui Program Kampung Bahasa ini, FIB Untag Surabaya bersama Kelurahan Semolowaru berkomitmen membangun lingkungan masyarakat yang lebih adaptif, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan ekonomi global di masa mendatang.
Editor : Arif Ardliyanto