get app
inews
Aa Text
Read Next : Bikin Kaget, Robot Owly Milik Untag Surabaya Bisa Jawab Pertanyaan hingga Baca Ekspresi Wajah

Terinspirasi Kampung Inggris Pare, Untag Surabaya Bentuk Kampung Bahasa di Semolowaru

Selasa, 19 Mei 2026 | 16:22 WIB
header img
Untag Surabaya menghadirkan Kampung Bahasa di Semolowaru dengan pelatihan bahasa Inggris dan rencana pengembangan bahasa Jepang untuk pemberdayaan warga. Foto iNewsSurabaya.id/ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Upaya pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan mulai digencarkan di Kota Surabaya. Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya resmi menggulirkan Program Kampung Bahasa bersama Kelurahan Semolowaru sebagai langkah meningkatkan kemampuan bahasa asing warga sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Peluncuran program tersebut berlangsung di Balai Kelurahan Semolowaru pada Senin (18/5/2026). Kegiatan ini dihadiri jajaran dosen FIB Untag Surabaya, mahasiswa pengajar, hingga puluhan warga yang antusias mengikuti agenda pembukaan.

Program Kampung Bahasa dirancang sebagai sarana pemberdayaan masyarakat urban melalui penguasaan komunikasi internasional. Warga nantinya akan mendapatkan pelatihan bahasa asing secara bertahap dengan pendampingan langsung dari dosen dan mahasiswa.


Untag Surabaya menghadirkan Kampung Bahasa di Semolowaru dengan pelatihan bahasa Inggris dan rencana pengembangan bahasa Jepang untuk pemberdayaan warga. Foto iNewsSurabaya.id/ist

Dekan FIB Untag Surabaya, Dr. Pariyanto, M.Ed., mengatakan program ini terinspirasi dari keberhasilan Kampung Inggris di Pare, Kediri, yang mampu menjadi pusat pembelajaran bahasa dan penggerak ekonomi masyarakat.

Menurutnya, Surabaya juga memiliki potensi besar untuk menghadirkan kawasan berbasis pendidikan bahasa yang aktif dan mandiri.

“Kami berharap Surabaya nantinya memiliki kampung-kampung bahasa yang hidup dan berkembang seperti di Pare,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tahap awal program difokuskan pada pembelajaran bahasa Inggris untuk masyarakat Semolowaru. Evaluasi akan dilakukan secara berkala guna melihat perkembangan kemampuan warga sebelum program diperluas ke bahasa asing lainnya.

“Dosen dan mahasiswa akan mendampingi warga belajar bahasa Inggris terlebih dahulu. Jika hasilnya baik dan kemampuan warga meningkat, kami akan melanjutkan dengan pembelajaran bahasa Jepang,” katanya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut