Jatim Jaring 19 Ribu Lebih Karya Inovasi Lewat EJIES 2026
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai pusat inovasi pendidikan terbesar di Jawa Timur (Jatim). Ajang tersebut diikuti 24.727 pendaftar dengan total 19.765 karya inovasi yang berhasil masuk tahap seleksi.
Menurut Khofifah, EJIES bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang strategis untuk melahirkan inovasi pendidikan yang berdampak nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran di Jatim.
“Ini bukan sekadar seremoni penghargaan, tetapi perayaan atas lahirnya gagasan dan keberanian menghadirkan perubahan di dunia pendidikan,” ujar Khofifah, Jumat (22/5/2026).
Khofifah menegaskan, inovasi yang lahir dari EJIES harus terus berkembang dan tidak berhenti hanya sebagai ajang kompetisi. “Kita ingin inovasi tidak berhenti pada kompetisi, tetapi menjadi budaya kerja dan budaya belajar dalam ekosistem pendidikan kita,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya hilirisasi inovasi agar berbagai gagasan yang lahir dapat direplikasi secara luas di seluruh wilayah Jatim.
Menurutnya, karya-karya yang berhasil masuk 50 besar hingga 25 besar menunjukkan besarnya semangat perubahan dan kreativitas insan pendidikan di Jatim.
“Seluruh unit, mulai SMA, SMK hingga satuan pendidikan lainnya harus terus menghadirkan inovasi demi inovasi,” ujarnya.
Khofifah optimistis semangat kolaborasi dan inovasi berkelanjutan akan menjadikan EJIES sebagai motor penggerak transformasi pendidikan di Jatim sekaligus melahirkan praktik terbaik yang bisa menjadi rujukan tingkat nasional maupun internasional.
“Dengan inovasi, kolaborasi, dan semangat gotong royong, Jatim akan terus menjadi pusat lahirnya sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Khofifah juga mengungkapkan hingga Semester I 2026, sebanyak 4.960 alumni SMK Jatim telah diberangkatkan untuk magang dan bekerja di 13 negara.
“Ini kabar baik bagi kita semua. SMK kita bisa dan SMK kita hebat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai mengatakan EJIES lahir dari keyakinan bahwa inovasi merupakan nafas baru pendidikan yang harus terus berkembang mengikuti perubahan global.
“Dunia pendidikan harus menyesuaikan diri dengan perubahan yang sangat cepat. Karena itu guru, tenaga kependidikan, dan kepala sekolah harus terus berinovasi,” ujarnya.
Menurut Aries, karya-karya inovasi yang terpilih di EJIES 2026 diharapkan dapat menjadi model replikasi bagi insan pendidikan di seluruh Jatim sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Editor : Arif Ardliyanto