Orang Tua Mulai Ubah Cara Pandang Pendidikan, Karakter Anak Jadi Prioritas
SIDOARJO, iNewsSurabaya.id – Perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat membuat banyak orang tua mulai memandang pendidikan dari sudut yang lebih luas. Tidak lagi sekadar mengejar nilai akademik, pendidikan kini dianggap sebagai proses membentuk karakter, kemandirian, hingga kesiapan anak menghadapi tantangan global di masa depan.
Fenomena tersebut terlihat dalam forum edukatif bertajuk “Discover Our Cambridge Programme” yang digelar di kawasan The JIVANA Homes, Sidoarjo. Kegiatan ini mempertemukan para orang tua, tenaga pendidik, dan perwakilan Cambridge International Education untuk membahas pentingnya sistem pendidikan yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Forum berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta diajak mengenal lebih dekat konsep Cambridge International Education, mulai dari metode pembelajaran di kelas, sistem evaluasi siswa, pemantauan perkembangan belajar, hingga penerapan standar pendidikan internasional yang tetap mengedepankan nilai budaya lokal.
Bagi sebagian besar orang tua, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang mencari informasi sekolah internasional. Lebih dari itu, forum ini menjadi ruang refleksi untuk menentukan model pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka di tengah perubahan dunia yang semakin dinamis.
Country Manager Indonesia Cambridge International Education, Adri Prakoso, menegaskan bahwa pendidikan modern harus mampu membangun kemampuan anak secara menyeluruh, bukan hanya mengejar capaian akademik.
“Program pendidikan saat ini perlu dirancang untuk membantu siswa menjadi pribadi yang percaya diri, bertanggung jawab, reflektif, inovatif, serta aktif terlibat dalam lingkungan sekitarnya. Keterampilan ini menjadi bekal penting agar mereka mampu berkembang di dunia yang semakin global dan saling terhubung,” ujarnya.
Tak hanya menghadirkan diskusi panel, acara tersebut juga menampilkan pertunjukan siswa dan showcase proses pembelajaran di kelas. Penampilan para siswa menjadi daya tarik tersendiri karena memperlihatkan bagaimana metode belajar aktif mampu mendorong anak tampil percaya diri, berani berkomunikasi, dan bebas mengekspresikan kreativitas sejak dini.
Momen tersebut memberi gambaran kepada para orang tua bahwa pendidikan ideal bukan hanya menghasilkan anak yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu menikmati proses belajar dengan bahagia dan penuh antusiasme.
Koordinator Akademik Inspirasi Group of Schools, Indri Savitri, menilai pendidikan internasional tetap harus berpijak pada nilai budaya dan identitas lokal.
“Standar pendidikan global perlu dihadirkan dalam konteks lokal agar anak-anak tetap tumbuh dengan karakter yang kuat, empati, serta pemahaman terhadap budaya mereka sendiri,” katanya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Inspirasi Schools, Bibie Nariswari, menyoroti pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi proses belajar anak.
Menurutnya, setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda. Karena itu, komunikasi dan sinergi antara guru dan orang tua menjadi faktor penting untuk menciptakan pengalaman belajar yang efektif, bermakna, dan berkelanjutan.
Forum ini sekaligus mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan yang seimbang, yakni menggabungkan standar internasional dengan penguatan karakter dan nilai-nilai lokal.
Di tengah tantangan global yang terus berkembang, pendekatan pendidikan seperti ini dinilai menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh, adaptif, serta tetap memiliki jati diri yang kuat.
Editor : Arif Ardliyanto