get app
inews
Aa Text
Read Next : Era Digital, Kampus Merah Putih Beri Trik Hadapi Pendidikan Pakai Artificial Intelligence

AI Disebut Bisa Jadi Penentu Masa Depan, Emil Beri Peringatan Keras Anak Muda di Era Digital

Minggu, 24 Mei 2026 | 19:41 WIB
header img
Emil Dardak mengingatkan generasi muda Jawa Timur agar segera menguasai teknologi AI demi menghadapi persaingan global. Foto iNewsSurabaya.id/hartam

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan kini menjadi perhatian serius berbagai kalangan, termasuk komunitas teknologi dan pemerintah daerah. Melihat pesatnya perkembangan teknologi digital, komunitas teknologi Google Developer Groups (GDG) Surabaya menggelar Build with AI (BWAI) Surabaya 2026 selama dua hari, Jumat-Sabtu (22-23/5/2026), di Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS).

Kegiatan yang diinisiasi Google tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Antusiasme peserta terlihat sejak hari pertama pelaksanaan, terutama saat sesi diskusi mengenai pemanfaatan AI dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi di berbagai sektor industri.

BWAI Surabaya 2026 dirancang sebagai ruang kolaborasi interaktif yang mempertemukan developer, mahasiswa, komunitas teknologi, hingga pelaku industri untuk memahami sekaligus mengembangkan solusi berbasis AI yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama Wakil Rektor ISTTS, Dr. Ir. FX Fernandus, M.T. Kehadiran Emil menjadi bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap penguatan literasi digital dan pengembangan talenta teknologi di era transformasi digital.

Dalam kesempatan itu, Emil menilai perkembangan AI harus disikapi secara positif dan bijak. Menurutnya, kecerdasan buatan dapat menjadi alat untuk mempercepat produktivitas masyarakat jika dimanfaatkan secara tepat.

“Artificial Intelligence bukan ancaman apabila kita mampu beradaptasi. AI justru bisa menjadi alat bantu yang meningkatkan kualitas kerja, mempercepat inovasi, dan membuka peluang ekonomi baru bagi generasi muda,” ujar Emil Dardak.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia agar tidak tertinggal di tengah percepatan teknologi global. Menurutnya, penguasaan teknologi digital dan AI akan menjadi kebutuhan utama di masa depan.

“Anak-anak muda Jawa Timur harus siap menjadi bagian dari ekosistem teknologi global. Karena itu, kegiatan seperti Build with AI menjadi ruang penting untuk belajar, berkolaborasi, dan membangun inovasi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia BWAI Surabaya 2026, Christian Zamorano, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait perkembangan teknologi AI yang semakin masif digunakan di berbagai bidang.

Menurut Christian, AI seharusnya dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan manusia, bukan menggantikan seluruh peran manusia secara penuh.

“Kepintaran AI bukan untuk menggantikan manusia, tetapi membantu mengoptimalkan pekerjaan. Namun, pengguna tetap harus memiliki dasar ilmu IT karena hasil dari AI belum tentu seratus persen benar,” tegasnya.

Build with AI 2026 menghadirkan sejumlah pakar nasional yang membahas konsep AI secara komprehensif dengan pendekatan ringan dan mudah dipahami. Materi yang diberikan tidak hanya menyasar developer profesional, tetapi juga pemula yang ingin memahami implementasi AI mulai dari dasar hingga proses deployment sistem di industri.

Melalui kegiatan ini, GDG Surabaya berharap masyarakat semakin siap menghadapi era transformasi digital dan mampu memanfaatkan AI secara produktif, aman, serta bertanggung jawab.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut