Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Diburu 270 Ribu Pengunjung, PRJ Jatim 2026 Pasang Target Transaksi Fantastis Rp50 Miliar
Advertisement . Scroll to see content

Cerita Yanti, Pemilik Laundry di Surabaya yang Raup Tambahan Penghasilan dari Donasi Baju Bekas

Senin, 25 Mei 2026 | 15:04 WIB
  • author Trisna Eka Adhitya
Cerita Yanti, Pemilik Laundry di Surabaya yang Raup Tambahan Penghasilan dari Donasi Baju Bekas
Pengumpulan pakaian bekas layak pakai di Surabaya tidak hanya membantu lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi usaha laundry ultra mikro. Foto iNewsSurabaya.id/trisna

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Tumpukan pakaian layak pakai yang sering kali hanya tersimpan di lemari ternyata mampu menghadirkan dampak besar bagi masyarakat. Tidak hanya membantu warga yang membutuhkan, pengelolaan pakaian donasi juga membawa tambahan penghasilan bagi pelaku usaha kecil di Surabaya.

Salah satu yang merasakan manfaat tersebut adalah Yanti, pelaku usaha laundry sekaligus nasabah program Mekaar. Usaha laundry koin yang dijalankannya mendapat tambahan pekerjaan dari program pengelolaan pakaian bekas layak pakai yang digagas PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Program bertajuk RE3 FOR-E: Reduce, Re-love, Restyle for Environment, Economy, Empowerment, and Education itu hadir sebagai respons terhadap meningkatnya limbah tekstil akibat tren fast fashion yang terus berkembang. Data United Nations Environment Programme (UNEP) pada 2025 mencatat sekitar 92 juta ton limbah tekstil dihasilkan setiap tahun di seluruh dunia.


Pengumpulan pakaian bekas layak pakai di Surabaya tidak hanya membantu lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi usaha laundry ultra mikro. Foto iNewsSurabaya.id/trisna

Melalui gerakan tersebut, masyarakat diajak menyumbangkan pakaian yang masih layak digunakan. Selanjutnya, pakaian akan dicuci, disortir, dan dirapikan sebelum kembali disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dalam rangkaian peringatan HUT ke-27 PNM, program ini berhasil mengumpulkan sekitar 17 ton pakaian dari berbagai daerah di Indonesia. Menariknya, proses pencucian hingga perapian pakaian melibatkan lebih dari 270 pelaku usaha laundry yang merupakan nasabah PNM Mekaar.

Bagi Yanti, tambahan pekerjaan dari program tersebut menjadi peluang penting di tengah persaingan usaha laundry yang semakin ketat. Selain membantu menjaga operasional usaha tetap berjalan, program itu juga membuka kesempatan tambahan penghasilan bagi para pekerja di sekitarnya.

“Tambahan pekerjaan seperti ini sangat membantu usaha kami. Karyawan juga ikut merasakan manfaat karena ada tambahan pemasukan,” ujarnya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut