Tak Sekadar Teori, Siswa SMK Jatim Ditempa Praktik CNC dan Pengelasan Modern
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Upaya meningkatkan kualitas lulusan SMK di Jawa Timur terus dilakukan agar mampu bersaing di dunia industri modern. Salah satunya melalui pelatihan vokasi berbasis teknologi yang digelar Dinas Pendidikan Jawa Timur melalui UPT Pengembangan Teknik dan Keterampilan Kerja (PTKK).
Pelatihan tersebut diikuti 60 siswa SMK dari berbagai daerah di Jawa Timur dengan fokus pada kompetensi Teknik CNC Milling, CNC Bubut, Teknik Pengelasan, hingga Teknik Sepeda Motor (TSM). Program ini dirancang untuk memperkuat kemampuan praktik siswa dengan fasilitas dan pendekatan yang lebih mendekati standar industri.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa keberadaan UPT PTKK harus mampu memberikan pengalaman berbeda dibanding pembelajaran reguler di sekolah.
Menurutnya, siswa SMK pada dasarnya telah mendapatkan teori dan praktik dasar di sekolah. Namun, pelatihan di UPT PTKK harus menjadi ruang penguatan keterampilan melalui penggunaan alat modern dan sistem pembelajaran yang lebih aplikatif.
“Di tempat pelatihan ini siswa harus mendapatkan pengalaman praktik yang lebih nyata dengan fasilitas yang mungkin belum tersedia di sekolah mereka,” ujarnya saat meninjau langsung pelatihan teknik di UPT PTKK.
Aries menilai, kualitas sarana praktik menjadi faktor penting dalam membentuk kompetensi siswa vokasi. Ia menyoroti masih adanya sekolah yang memiliki keterbatasan alat praktik, bahkan sebagian peralatan sering mengalami kerusakan akibat tingginya intensitas penggunaan.
Karena itu, UPT PTKK diharapkan menjadi pusat pelatihan unggulan yang mampu menghadirkan pengalaman baru bagi para siswa.
“Jangan sampai suasana dan fasilitasnya sama seperti di sekolah. Harus ada nilai lebih agar siswa benar-benar merasakan peningkatan kemampuan,” tegasnya.
Tak hanya fasilitas, Aries juga menekankan pentingnya kualitas instruktur dalam proses pelatihan. Menurutnya, pendekatan belajar yang dibawakan instruktur industri akan memberikan sudut pandang baru bagi siswa.
Sementara itu, instruktur Teknik Mesin Industri ITS sekaligus pelatih CNC UPT PTKK, Sajidin, menjelaskan bahwa pelatihan CNC berlangsung selama enam hari dengan materi mulai dari desain menggunakan software, simulasi perautan, pengaturan mesin, hingga praktik langsung mesin milling dan bubut.
Ia menyebut pelatihan tersebut menjadi pondasi awal bagi siswa sebelum masuk lebih jauh ke kebutuhan industri manufaktur modern yang terus berkembang.
“Peserta belajar mulai tahap desain, simulasi, sampai proses eksekusi menggunakan mesin CNC secara langsung,” jelasnya.
Salah satu peserta pelatihan, Rendy Septia Ramadhani, mengaku materi yang diberikan sangat membantu memperdalam ilmu yang selama ini dipelajari di sekolah.
Siswa kelas XI Teknik Pemesinan SMKN 1 Kota Madiun itu mengatakan, di sekolah dirinya hanya mendapatkan dasar-dasar teori. Sementara di UPT PTKK, seluruh proses dijelaskan lebih detail hingga praktik langsung.
“Kalau di sekolah lebih ke dasar-dasar, sedangkan di sini dijelaskan lebih rinci sampai praktik dan eksekusinya,” katanya.
Rendy juga mengungkapkan, selama pelatihan peserta diberikan studi kasus dan proyek mandiri untuk diselesaikan secara langsung. Hal itu membuat siswa lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Ia menjadi satu dari tiga siswa yang mewakili sekolahnya mengikuti pelatihan CNC melalui klub CNC sekolah. Pengalaman tersebut sekaligus menjadi bekal sebelum menjalani program magang selama enam bulan di PT INKA pada bidang quality control.
Program pelatihan vokasi seperti ini diharapkan mampu melahirkan lulusan SMK yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri modern di era teknologi manufaktur yang terus berkembang.
Editor : Arif Ardliyanto