Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Muktamar NU ke-35 Makin Dekat, Para Kiai Beri Peringatan Keras soal Politik Uang, Ini Poinnya
Advertisement . Scroll to see content

Cerita Inspiratif Diaspora Jepang, Tinggal di Luar Negeri tapi Tetap Kirim Hewan Kurban ke Surabaya

Rabu, 27 Mei 2026 | 11:05 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Cerita Inspiratif Diaspora Jepang, Tinggal di Luar Negeri tapi Tetap Kirim Hewan Kurban ke Surabaya
Komunitas warga Indonesia di Jepang menunjukkan kepedulian dengan rutin mengirim hewan kurban dan zakat fitrah ke Surabaya setiap tahun. (Foto iNewsSurabaya.id/Arif).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Semangat berbagi di Hari Raya Iduladha tak hanya datang dari masyarakat di dalam negeri. Sejumlah warga asal Surabaya yang kini menetap dan bekerja di Jepang rutin mengirimkan hewan kurban untuk dibagikan kepada masyarakat di Kota Pahlawan.

Tahun ini, total hewan kurban yang diterima mencapai 10 ekor kambing dan 2 ekor sapi. Dari jumlah tersebut, enam ekor kambing berasal dari komunitas warga Indonesia di Jepang yang tergabung dalam keluarga masyarakat Islam Indonesia.

Pengasuh Pondok Pesantren Bismar Surabaya sekaligus tokoh masyarakat, KH. Moh. Mukhrojin menjelaskan, bantuan kurban dari Jepang tersebut sudah berlangsung rutin setiap tahun.

“Yang hari ini disembelih ada sembilan ekor. Enam kambing itu berasal dari Jepang, dari keluarga masyarakat Islam Indonesia. Kebetulan yang menjadi ketua di sana orang Surabaya asli, meskipun sekarang tinggal dan bekerja di Jepang,” ujar Prof Mukhrojin.

Dia menuturkan, hubungan dengan komunitas diaspora Indonesia di Jepang terjalin sejak lama melalui aktivitas sosial dan organisasi keagamaan. Banyak warga Surabaya yang awalnya berstatus mahasiswa, kemudian bekerja dan menetap di Negeri Sakura.

Menurutnya, kepedulian mereka terhadap kampung halaman tidak hanya terlihat saat Iduladha, tetapi juga ketika Idulfitri melalui pembagian zakat fitrah bagi masyarakat di Surabaya.

“Mereka rutin membantu. Kalau Idulfitri membagikan zakat fitrah, sementara kurban minimal enam ekor kambing setiap tahun. Ini sudah berjalan berkali-kali,” katanya.

Mukhrojin menilai, makna Iduladha bukan sekadar menyembelih hewan kurban, melainkan bentuk pengorbanan dan kepedulian terhadap sesama, termasuk bagi mereka yang hidup jauh dari tanah air.

“Iduladha itu tentang pengorbanan. Pengorbanan tidak hanya dilakukan oleh orang yang tinggal di dalam negeri, tetapi juga mereka yang berada di luar negeri. Meski merantau di Jepang, mereka tetap ingat tanah kelahirannya, yaitu Surabaya dan Indonesia,” tuturnya.

Dia pun mencontohkan kisah Nabi Muhammad SAW yang tetap memikirkan Kota Mekah meski telah hijrah ke Madinah. Nilai itulah yang, menurutnya, tercermin dari kepedulian warga Surabaya di Jepang terhadap masyarakat di kampung halaman.

“Seperti Nabi Muhammad lahir di Mekah lalu hijrah ke Madinah, tetapi tetap memikirkan Mekah. Begitu juga teman-teman di Jepang, walaupun tinggal di sana, mereka tetap peduli dengan masyarakat di Surabaya,” pungkasnya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut