get app
inews
Aa Text
Read Next : Liga Padel Mirip Format Eropa Dimulai di Surabaya, Klub dan Komunitas Berebut Promosi

Lapangan Padel di Tengah Permukiman Surabaya Diprotes Warga, Suara Bising Ganggu Orang Istirahat

Rabu, 03 Juni 2026 | 09:46 WIB
header img
Warga Perumahan The Dharma Indah Regency Surabaya mengeluhkan kebisingan Atlas Padel yang beroperasi hingga malam hari. Satpol PP turun tangan dan mediasi masih berlangsung. Foto iNewsSurabaya.id/trisna

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Keberadaan lapangan olahraga padel di kawasan permukiman memicu polemik. Sejumlah warga Perumahan The Dharma Indah Regency, Dharmahusada Indah, Surabaya, mengeluhkan kebisingan yang ditimbulkan dari aktivitas permainan di Atlas Padel Surabaya yang beroperasi di lingkungan tempat tinggal mereka.

Keluhan warga terutama berkaitan dengan suara benturan bola ke kaca dan pagar pembatas lapangan, teriakan pemain, hingga keramaian pengunjung yang berlangsung hampir setiap hari. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan dan waktu istirahat penghuni perumahan, khususnya pada jam-jam sibuk hingga malam hari.

Salah satu warga yang terdampak langsung, Felicia Kartika, mengaku mengalami gangguan cukup serius sejak lapangan padel tersebut beroperasi. Rumahnya berada tepat di samping area permainan sehingga suara yang dihasilkan terdengar sangat jelas dari dalam rumah.

“Sejak lapangan padel berdiri tepat di sebelah rumah saya, kenyamanan benar-benar berkurang. Aktivitas permainan berlangsung dari pagi sampai malam, dan suara yang muncul sangat mengganggu,” ujarnya saat ditemui pada Selasa (2/6/2026).


Warga Perumahan The Dharma Indah Regency Surabaya mengeluhkan kebisingan Atlas Padel yang beroperasi hingga malam hari. Satpol PP turun tangan dan mediasi masih berlangsung. Foto iNewsSurabaya.id/trisna

Menurut Felicia, posisi lapangan yang sangat dekat dengan rumah membuat kebisingan sulit dihindari. Bahkan, jarak antara area permainan dengan kamar tidurnya disebut kurang dari 20 sentimeter dari tembok pembatas.

Tak hanya soal suara bising, Felicia juga mempertanyakan proses pembangunan fasilitas olahraga tersebut. Ia menilai pihak pengelola tidak pernah melakukan komunikasi maupun meminta persetujuan warga yang tinggal di sekitar lokasi sebelum pembangunan dilakukan.

Meski pihak manajemen telah melakukan sejumlah upaya untuk meredam suara, Felicia menilai langkah tersebut belum memberikan hasil yang signifikan. Akibatnya, aktivitas sehari-hari dan waktu istirahat keluarganya masih terganggu.

“Saya berharap lapangan itu ditutup. Kalau memang tetap beroperasi, lebih baik rumah saya dibeli saja sehingga saya bisa pindah. Daripada harus terus menerima gangguan setiap hari,” katanya.

Sementara itu, pihak manajemen Atlas Padel Surabaya belum bersedia memberikan penjelasan rinci terkait polemik yang berkembang. Mereka menyebut proses mediasi dengan warga masih berlangsung sehingga belum dapat menyampaikan keterangan lebih lanjut kepada publik.

“Mohon maaf, untuk saat ini kami belum bisa memberikan informasi karena proses mediasi masih berjalan,” ujar Yenny, perwakilan manajemen Atlas Padel Surabaya.

Di tengah polemik yang mencuat, pihak pengelola diketahui telah menyampaikan permohonan maaf melalui akun media sosial resmi mereka atas ketidaknyamanan yang dirasakan warga sekitar.

Permasalahan ini juga telah mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Surabaya. Setelah keluhan warga ramai diperbincangkan di media sosial, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya turun melakukan peninjauan dan memberikan peringatan kepada pengelola.

Sebagai tindak lanjut, manajemen Atlas Padel berencana memasang sistem peredam suara tambahan dengan tiga lapisan material, yakni triplek, rockwool density 100, dan gypsum board. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi tingkat kebisingan yang selama ini menjadi sumber keluhan warga.

Namun hingga proses pemasangan peredam suara selesai dilakukan, aktivitas permainan masih tetap berlangsung di beberapa lapangan yang tersedia. Kondisi ini membuat suara bising masih terdengar di lingkungan sekitar dan menjadi perhatian warga yang berharap penyelesaian segera dapat tercapai melalui jalur mediasi.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut