get app
inews
Aa Text
Read Next : Padel Jadi Tren Baru, Sirkuit Nasional 2025 Siap Digelar di Tiga Kota, Ada Nama Kota Surabaya

Liga Padel Mirip Format Eropa Dimulai di Surabaya, Klub dan Komunitas Berebut Promosi

Senin, 20 April 2026 | 10:54 WIB
header img
PBPI Jawa Timur menghadirkan liga padel berjenjang di Surabaya dengan sistem promosi-degradasi untuk membangun ekosistem olahraga dan mencetak atlet potensial. Foto hendro

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Perkembangan olahraga padel di Indonesia terus menunjukkan tren positif, terutama di Surabaya. Kini, upaya memperkuat ekosistem olahraga tersebut mulai diarahkan lebih serius melalui penyelenggaraan liga kompetitif dengan sistem berjenjang.

Inisiatif ini digagas oleh Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Jawa Timur yang menghadirkan format liga berbeda dari kebanyakan turnamen pada umumnya. Tidak sekadar pertandingan biasa, kompetisi ini mengusung sistem promosi dan degradasi antar divisi guna menciptakan persaingan yang lebih dinamis dan berkelanjutan.

Ketua PBPI Jawa Timur, Rudie Riesdianto, menegaskan bahwa konsep liga ini dirancang untuk membangun mental bertanding sekaligus menjaga konsistensi performa para pemain.

“Setiap pertandingan punya dampak besar terhadap posisi tim. Jadi, mereka tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga berjuang menjaga stabilitas performa sepanjang musim,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, liga dibagi menjadi dua tingkatan. Divisi utama diisi oleh klub-klub padel, sementara divisi kedua menjadi wadah bagi komunitas untuk ikut berkompetisi. Sistem ini membuka peluang bagi tim dari divisi bawah untuk naik kasta, sekaligus memberi konsekuensi bagi tim dengan performa terendah untuk turun divisi.

Model kompetisi seperti ini sudah lazim digunakan di berbagai ajang olahraga internasional karena dinilai efektif menjaga kualitas persaingan.

League Director, Steven Eka Halim, menyebut kehadiran liga ini juga menjadi langkah strategis untuk memperluas partisipasi masyarakat. Tidak hanya atlet profesional, komunitas padel pun mendapat ruang berkembang secara kompetitif.

“Ini bukan hanya soal kompetisi, tapi juga membuka jalur pembinaan. Komunitas bisa naik level jika menunjukkan performa yang baik,” jelasnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut