Jumlah Perjalanan Wisatawan Domestik dari Jatim Merosot Hampir 24 Persen
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur (Jatim) mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) dari Jatim pada April 2026 mencapai 14,73 juta perjalanan. Angka tersebut turun 23,93 persen dibandingkan Maret 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Provinsi Jatim, Ir. Herum Fajarwati, M.M., mengatakan Kota Surabaya masih menjadi daerah asal perjalanan wisata terbesar di Jatim.
“Berdasarkan provinsi asal, jumlah perjalanan wisnus dari Jatim pada April 2026 tercatat sebanyak 14,73 juta perjalanan. Kota Surabaya menjadi daerah asal perjalanan wisata tertinggi dengan 2,27 juta perjalanan atau sekitar 15,42 persen dari total perjalanan wisnus dari Jatim,” ujar Herum, Selasa (2/6/2026).
Selain Surabaya, Kabupaten Sidoarjo menempati posisi kedua sebagai daerah asal perjalanan wisata dengan jumlah 1,60 juta perjalanan.
Secara tahunan (year-on-year/yoy), seluruh kabupaten/kota di Jatim mengalami penurunan jumlah perjalanan wisata. Penurunan paling signifikan terjadi di Kabupaten Bangkalan yang tercatat mencapai 53,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, jumlah perjalanan wisatawan nusantara dengan tujuan Jatim pada April 2026 tercatat sebanyak 15,40 juta perjalanan. Jumlah tersebut turun 25,87 persen dibandingkan Maret 2026 dan merosot 38,95 persen dibandingkan April 2025.
Menurut Herum, Kota Surabaya juga menjadi destinasi utama wisatawan nusantara di Jatim dengan jumlah kunjungan mencapai 1,95 juta perjalanan atau sekitar 12,64 persen dari total perjalanan wisata ke Jatim.
“Setelah Surabaya, Kabupaten Sidoarjo menjadi daerah tujuan wisata terbesar kedua dengan jumlah perjalanan mencapai 1,10 juta,” katanya.
Di tengah penurunan wisatawan domestik, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jatim justru menunjukkan tren positif. BPS mencatat jumlah wisman yang masuk melalui Bandara Internasional Juanda pada April 2026 mencapai 31.339 kunjungan.
Jumlah tersebut meningkat 48,75 persen dibandingkan Maret 2026 yang tercatat sebanyak 21.068 kunjungan. Jika dibandingkan April 2025, kunjungan wisman juga naik 26,37 persen atau bertambah 6.539 kunjungan.
“Diharapkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Jatim pada bulan-bulan berikutnya terus mengalami peningkatan sehingga dapat mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah,” ujar Herum.
Berdasarkan kewarganegaraan, wisatawan asal Tiongkok menjadi penyumbang kunjungan terbesar dengan 11.427 kunjungan atau 36,46 persen dari total wisman yang masuk melalui Juanda. Posisi berikutnya ditempati wisatawan asal Malaysia sebanyak 6.363 kunjungan dan Singapura sebanyak 2.052 kunjungan.
BPS juga mencatat lonjakan kunjungan tertinggi berasal dari wisatawan berkebangsaan Thailand. Dibandingkan Maret 2026, jumlah kunjungan wisatawan Thailand meningkat 429,55 persen atau bertambah 1.439 kunjungan.
Secara tahunan, wisatawan asal Thailand juga mencatat pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 168,79 persen atau bertambah 1.114 kunjungan dibandingkan April 2025.
Editor : Arif Ardliyanto