get app
inews
Aa Text
Read Next : Ungu Sukses Hibur 12.000 Penonton di Festival Swara Semesta Surabaya

Demokrat dan PKS Jatim Perkuat Sinergi Dukung Pemerintahan Khofifah-Emil

Rabu, 22 Juli 2026 | 22:04 WIB
header img
DPD Partai Demokrat Jatim menerima kunjungan silaturahmi DPW PKS Jatim di Kantor DPD Demokrat Jatim. (Foto : Lukman Hakim).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur (Jatim) menerima kunjungan silaturahmi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jatim di Kantor DPD Demokrat Jatim, Rabu (22/7/2026). 

Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan, silaturahmi antar partai menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan sekaligus memperkuat kerja sama politik.

"Ini momen yang membahagiakan karena kami bisa merajut tali persaudaraan dan persahabatan. Tentu pada kesempatan berikutnya kami juga ingin membalas kunjungan ini," kata Emil.

Sementara itu, Ketua DPW PKS Jatim Bagus Prasetyo Lelono mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih intensif dengan sesama partai pendukung Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Dardak.

"Hari ini kami bersilaturahmi sebagai salah satu upaya PKS membangun pola komunikasi dan sinergi sesama partai pendukung Ibu Khofifah dan Mas Emil, agar peran kami dalam mendukung Pemerintah Provinsi Jatim bisa lebih maksimal," ujarnya.

Menurut Bagus, kedua partai juga membahas peluang kolaborasi yang lebih konkret. Sehingga kerja sama politik tidak hanya berhenti pada komunikasi, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat.

"Kami berdiskusi bagaimana PKS dan Demokrat bisa lebih berdaya, lebih bermanfaat, sehingga masyarakat benar-benar merasakan hasil kerja sama yang telah berjalan selama ini," katanya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan penjajakan koalisi menuju Pilgub Jatim 2029, Bagus menilai pembahasan tersebut masih terlalu dini. Ia mengatakan, kepastian waktu pelaksanaan pilkada masih menunggu implementasi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pemisahan pemilu nasional dan pemilu daerah.

"Kalau bicara 2029 masih panjang. Kita juga menunggu bagaimana implementasi putusan Mahkamah Konstitusi. Bisa saja pemilihan gubernur bergeser menjadi 2031, sehingga semuanya masih sangat dinamis," ujarnya.

Meski demikian, Bagus mengakui Emil Dardak merupakan salah satu figur yang dinilai potensial untuk kontestasi politik mendatang. "Oh iya, sangat potensial beliau," ucapnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut