get app
inews
Aa Text
Read Next : Cerita Nanik Kepala BGN Baru, Sempat Turun ke Magetan Evaluasi 12 SPPG dan Bongkar Dapur Abal-abal

Tiga Eks Pimpinan BGN Jadi Tersangka, Prabowo Tegaskan Uang Rakyat Tak Boleh Dicuri

Kamis, 04 Juni 2026 | 08:38 WIB
header img
Presiden Prabowo Subianto di acara Rapat Konsolidasi Program MBG di SICC, Bogor, Jawa Barat. (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA, iNewsSurabaya.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak akan mentoleransi penyalahgunaan uang rakyat oleh siapa pun, termasuk pejabat negara. 

Penegasan itu disampaikan setelah pemerintah melakukan pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN), yang kemudian berujung pada penetapan tiga mantan petinggi lembaga tersebut sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Tiga pejabat yang telah ditetapkan sebagai tersangka adalah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua mantan wakil kepala, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya. Mereka diduga terlibat dalam kasus penyimpangan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025-2026.

Prabowo menegaskan negara tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang menyalahgunakan amanah rakyat. Menurutnya, integritas dalam pengelolaan program pemerintah harus dijaga demi kepentingan masyarakat.

“Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Dan tidak ada, tidak ada pengecualian,” tegas Prabowo saat menghadiri acara di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyatakan komitmennya untuk menjaga keberhasilan Program MBG dengan memastikan tidak ada ruang bagi penyimpangan maupun penyalahgunaan kepercayaan dalam pelaksanaannya.

Di hadapan ribuan peserta yang terdiri dari Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), pengelola dapur MBG, dan para mitra program, Prabowo mengakui keputusan mengganti sejumlah pejabat yang sebelumnya diberi amanah bukanlah hal yang mudah.

Ia mengaku teringat pesan mendiang ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo, yang selalu mengingatkannya untuk berpihak kepada rakyat ketika menghadapi keraguan dalam mengambil keputusan.

“Kalau suatu saat kau dalam keadaan bingung atau ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu,” ujar Prabowo mengenang pesan sang ayah.

Presiden menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah dirinya menerima berbagai laporan mengenai kekurangan, kejanggalan, hingga indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan program.

Menurutnya, kualitas kepemimpinan menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan sebuah organisasi.

“Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi pemimpin tidak benar, tidak kompeten, atau tidak jujur,” katanya.

Sementara itu, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menjelaskan bahwa penetapan ketiga tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi alat bukti yang cukup.

“Bahwa setelah melalui serangkaian pemeriksaan dan berdasarkan alat bukti yang cukup, tim penyidik menetapkan saudara DH selaku Kepala BGN, serta saudara SS dan LV sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan tata kelola Makan Bergizi Gratis pada BGN tahun 2025-2026,” ujar Syarief.

Saat ini, Kejagung masih terus mendalami perkara tersebut guna mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam dugaan penyimpangan Program MBG yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut