get app
inews
Aa Text
Read Next : Kisah Pedagang Buah Surabaya, Tetap Beli Hasil Panen Petani Meski Sepi Pembeli

Cuaca Ekstrem Mengintai, BPBD Banyuwangi Pastikan Alat Deteksi Dini Tsunami Siaga Penuh

Minggu, 07 Juni 2026 | 06:41 WIB
header img
BPBD Banyuwangi memastikan sistem peringatan dini tsunami di Pantai Grajagan berfungsi normal. Warga pesisir dan nelayan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi di selatan Jawa Timur. Foto iNewsSurabaya.id/siswanto

BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Ancaman cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Timur membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi meningkatkan kesiapsiagaan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memastikan sistem peringatan dini tsunami atau Early Warning System (EWS) di Pantai Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, berfungsi optimal.

Pemeriksaan menyeluruh dilakukan setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang dapat terjadi di wilayah perairan selatan Jawa Timur dalam beberapa hari ke depan.

Tim BPBD Banyuwangi melakukan pengecekan pada seluruh komponen utama EWS, mulai dari sirine peringatan, jaringan komunikasi, sumber listrik, hingga sistem kendali yang menjadi pusat operasional perangkat tersebut.

Agen Informasi Bencana BPBD Banyuwangi, Ismanto, mengatakan pengecekan ini merupakan bagian dari upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, termasuk gelombang tinggi, cuaca ekstrem, hingga ancaman tsunami.

“Kami melakukan pengecekan menyeluruh terhadap sistem EWS di Grajagan untuk memastikan seluruh perangkat berfungsi optimal. Ini merupakan langkah antisipasi setelah adanya informasi BMKG mengenai potensi gelombang tinggi di perairan selatan,” ujar Ismanto.

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh perangkat peringatan dini dalam kondisi baik dan siap digunakan sewaktu-waktu. Uji coba sirine juga berjalan lancar dengan suara peringatan yang terdengar jelas di kawasan sekitar pantai.

“Tidak ditemukan kendala berarti. Sistem masih responsif dan siap digunakan kapan saja apabila diperlukan untuk memberikan peringatan kepada masyarakat,” katanya.

Selain memastikan kesiapan alat, BPBD Banyuwangi juga mengingatkan masyarakat pesisir, nelayan, serta wisatawan yang beraktivitas di sepanjang pantai selatan agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

Menurut Ismanto, peringatan gelombang tinggi dari BMKG tidak selalu berarti akan terjadi kondisi darurat. Namun, kesiapsiagaan tetap menjadi langkah penting guna mengurangi risiko dan dampak yang mungkin timbul.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Namun kewaspadaan harus ditingkatkan dengan terus mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun BPBD, terutama bagi yang beraktivitas di laut dan kawasan pesisir,” tegasnya.

BPBD Banyuwangi saat ini terus melakukan pemantauan terhadap sejumlah titik EWS yang berada di kawasan rawan bencana pesisir selatan. Pemeriksaan rutin dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh sistem tetap siap digunakan saat dibutuhkan.

“Kesiapan alat peringatan dini sangat penting dalam upaya penyelamatan masyarakat. Karena itu, pengecekan dilakukan secara berkala agar sistem dapat bekerja maksimal dan informasi peringatan dapat tersampaikan dengan cepat saat dibutuhkan,” pungkas Ismanto.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut