get app
inews
Aa Text
Read Next : Jadi Motor Penggerak Ketahanan Pangan Keluarga, Dapur Komunitas Pasuruan Diserbu Warga

Warga Lamongan Diajari Ubah Singkok dan Pisang Jadi Cuan, Pakai Teknologi Modern Bisnis Lebih Laris

Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:39 WIB
header img
Telkom University Surabaya melatih warga Desa Banteng Putih, Lamongan, mengolah singkong, ubi, dan pisang menjadi keripik bernilai jual tinggi untuk memperkuat UMKM dan ekonomi desa. Foto iNewsSurabaya.id/ist

LAMONGAN, iNewsSurabaya.id – Upaya meningkatkan perekonomian desa terus dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Salah satunya dilakukan Telkom University Surabaya yang memberikan pelatihan pengolahan hasil pertanian menjadi produk makanan ringan bernilai jual tinggi bagi warga Desa Banteng Putih, Kabupaten Lamongan.

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini menjadi langkah nyata perguruan tinggi dalam membantu masyarakat desa mengembangkan usaha berbasis komoditas lokal. Melalui pelatihan tersebut, warga dibekali keterampilan mengolah singkong, ubi, dan pisang menjadi aneka keripik dengan dukungan teknologi modern yang mampu meningkatkan kualitas produksi dan membuat bisnis lebih menjanjikan. 

Kegiatan ini diikuti pelaku UMKM, ibu rumah tangga, serta warga yang memiliki minat di bidang usaha pangan olahan. Selain mendapatkan pemahaman teori, peserta juga diajak terlibat langsung dalam proses produksi mulai dari pemilihan bahan baku hingga teknik pengemasan produk yang siap dipasarkan.


Telkom University Surabaya melatih warga Desa Banteng Putih, Lamongan, mengolah singkong, ubi, dan pisang menjadi keripik bernilai jual tinggi untuk memperkuat UMKM dan ekonomi desa. Foto iNewsSurabaya.id/ist

Ketua Pengabdian Masyarakat Internal 2026 Telkom University Surabaya, Titus Kristanto, mengatakan program ini dirancang untuk membantu masyarakat melihat potensi besar yang selama ini tersedia di lingkungan sekitar mereka.

“Melalui pelatihan ini, masyarakat Desa Banteng Putih didorong untuk mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Penerapan teknologi tepat guna diharapkan mampu meningkatkan kualitas produksi, memperkuat daya saing UMKM, dan membuka peluang usaha yang berkelanjutan,” ujarnya.

Desa Banteng Putih dikenal memiliki ketersediaan bahan baku seperti singkong, ubi, dan pisang yang melimpah. Namun, sebagian besar hasil pertanian tersebut selama ini hanya dijual dalam bentuk mentah dengan nilai ekonomi yang relatif rendah.

Melalui pelatihan ini, warga diajak mengubah cara pandang terhadap komoditas lokal. Singkong, ubi, dan pisang kini diperkenalkan sebagai bahan baku yang berpotensi menghasilkan produk unggulan desa dengan nilai tambah lebih besar.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut