Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ekstrakurikuler SMA di Surabaya Ini Bikin Siswa Baru Terpukau, Aksi Cheerleader Jadi Sorotan
Advertisement . Scroll to see content

Transformasi Pendidikan di SMA Surabaya, Siswa Dilatih Jadi Peneliti Sejak Bangku Sekolah

Minggu, 14 Juni 2026 | 07:38 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Transformasi Pendidikan di SMA Surabaya, Siswa Dilatih Jadi Peneliti Sejak Bangku Sekolah
SMA Wijaya Putra Surabaya menerapkan transformasi pendidikan berbasis riset terapan. Siswa dilatih mengidentifikasi masalah sosial dan mencari solusi sejak bangku SMA. (Foto iNewsSurabaya.id/Arif).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Dunia pendidikan terus mengalami transformasi. Jika sebelumnya siswa identik dengan kegiatan membaca, mencatat, dan menghafal materi pelajaran, kini pendekatan pembelajaran mulai bergeser ke arah yang lebih aplikatif. Siswa didorong menjadi individu yang kritis, mampu mengidentifikasi persoalan di sekitarnya, sekaligus mencari solusi melalui riset.

Transformasi tersebut menjadi salah satu ciri khas pendidikan yang diterapkan SMA Wijaya Putra Surabaya. Melalui pembelajaran berbasis applied research atau riset terapan, para siswa dibekali kemampuan untuk memahami berbagai persoalan sosial dan fenomena global sejak dini.

Hal itu disampaikan Ketua Pembina Yayasan Insan Indonesia Mandiri (YIIM) sekaligus Rektor Universitas Wijaya Putra (UWP), Dr. Budi Endarto, M.Hum, saat menghadiri acara Punawidya atau pelepasan siswa kelas XII SMA Wijaya Putra Surabaya, Sabtu (13/6/2026).


SMA Wijaya Putra Surabaya menerapkan transformasi pendidikan berbasis riset terapan. Siswa dilatih mengidentifikasi masalah sosial dan mencari solusi sejak bangku SMA. Foto iNewsSurabaya.id/arif

Dalam kesempatan tersebut, Budi Endarto mengapresiasi seluruh pihak sekolah yang berhasil menyelenggarakan kegiatan pelepasan siswa secara mandiri. Menurutnya, keberhasilan tersebut mencerminkan karakter kuat dan kemandirian yang telah menjadi budaya di lingkungan pendidikan Wijaya Putra.

Lebih dari itu, ia menilai langkah SMA Wijaya Putra dalam mengenalkan riset terapan kepada siswa merupakan terobosan penting dalam menjawab tantangan pendidikan masa depan.

“Siswa tidak hanya diajak menghafal teori, tetapi didorong untuk peka terhadap berbagai masalah sosial dan fenomena global yang terjadi di sekitar mereka. Melalui applied research, mereka belajar menghubungkan realitas tersebut dengan target Sustainable Development Goals atau SDGs,” ujar Budi Endarto.

Menurutnya, kemampuan berpikir kritis harus berjalan seiring dengan penguatan karakter dan etika. Karena itu, sekolah tidak hanya fokus pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga membangun moralitas sebagai fondasi utama dalam menghadapi perubahan zaman.

“Ketika siswa mempelajari berbagai fenomena global, mereka tetap dibimbing agar menjadikan etika dan nilai moral sebagai kompas dalam mengambil keputusan dan memberikan solusi,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung keberlanjutan pendidikan para lulusan, Universitas Wijaya Putra juga menyiapkan program beasiswa khusus bagi alumni SMA dan SMK Wijaya Putra yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Program tersebut diharapkan mampu membuka akses pendidikan yang lebih luas sekaligus memastikan potensi akademik para siswa terus berkembang hingga jenjang pendidikan tinggi.

“Kami tidak ingin potensi besar yang sudah dibangun melalui budaya applied research ini berhenti setelah mereka lulus sekolah. Karena itu, Yayasan bersama Universitas Wijaya Putra memberikan program beasiswa khusus sebagai investasi untuk melahirkan pemimpin masa depan yang beretika, inovatif, dan berwawasan global,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMA Wijaya Putra Surabaya, Andri Priyono Djoko Sembodo, mengatakan perubahan pola pembelajaran menjadi fokus utama sekolah dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, siswa kini tidak lagi hanya menjadi penerima informasi di dalam kelas. Mereka dibimbing untuk mampu menganalisis persoalan, melakukan penelitian sederhana, hingga menyusun rekomendasi solusi berdasarkan data yang diperoleh.

“Kami berupaya mengubah pola belajar siswa dari sekadar datang, mendengarkan, dan mencatat menjadi aktif mengidentifikasi masalah serta melakukan riset. Kemampuan menulis juga menjadi instrumen penting agar siswa mampu menuangkan hasil pengamatan dan analisisnya secara sistematis,” ujar Andri.

Ia menambahkan, budaya riset yang dibangun secara berkelanjutan telah menghasilkan berbagai karya penelitian siswa yang relevan dengan persoalan di masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, sekolah berharap lulusan SMA Wijaya Putra tidak hanya siap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

 

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut