Tradisi Langka di Lereng Gunung Arjuno Ini Bikin Wisatawan Tertarik, Warga Arak Hasil Bumi Bersama
Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya kesenian tradisional Bantengan, yang menjadi hiburan utama bagi warga dan wisatawan yang datang menyaksikan langsung.
Tidak hanya itu, pesta kembang api dan petasan turut memecah suasana malam sebelumnya, menambah semarak rangkaian kegiatan Sedekah Bumi yang sudah dimulai sejak Sabtu malam.
Pada malam hari, warga juga melaksanakan doa bersama yang dipimpin para sesepuh desa. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula pemotongan satu ekor sapi hasil swadaya warga sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki dan keselamatan yang diterima.
Ketua RW 05 Desa Rekesan, Subagyo menegaskan bahwa Sedekah Bumi merupakan tradisi penting yang terus dijaga oleh masyarakat sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Alhamdulillah, melalui Sedekah Bumi kita berharap seluruh warga Desa Rekesan makin guyub rukun, seger waras, dan bahagia selalu,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya sekadar ritual budaya, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarwarga agar tetap harmonis dan saling mendukung.
Menariknya, prosesi Sedekah Bumi ini tidak hanya diikuti warga setempat. Banyak pengunjung dari luar desa hingga wisatawan yang sedang berada di kawasan Prigen ikut menyaksikan langsung kemeriahan acara tersebut.
Salah satu warga, Levina, mengaku terkesan dengan kekompakan dan kebersamaan masyarakat dalam melestarikan tradisi leluhur.
“Senang rasanya bisa melihat kebersamaan dan kebahagiaan warga sambil melihat arak-arakan ancak dan pertunjukan kesenian Bantengan,” ujarnya.
Editor : Arif Ardliyanto