get app
inews
Aa Text
Read Next : Dispenser Sabun Otomatis Bantu Siswa Berkebutuhan Khusus Lebih Mandiri Menjaga Kebersihan

Atasi Kecanduan Gadget, Mahasiswa KKN Untag Surabaya Ajak Anak-Anak Lestarikan Dolanan Nusantara

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:04 WIB
header img
Beragam permainan seperti dakon, egrang batok, kerajinan mahkota daun, hingga electric maze dihadirkan untuk mengasah motorik dan kekompakan anak. Foto: Tim KKN

SURABAYA, iNewsSurabaya.id — Sekitar 80 anak usia PAUD hingga SD antusias mengikuti Festival Dolanan Nusantara dan Patriot Cilik Indonesia di Balai RW 7 Karang Menjangan, Gubeng, Surabaya, Minggu (14/6/2026). Di tengah gempuran era digital, mereka diajak kembali mengenal serunya permainan tradisional sekaligus diedukasi agar terhindar dari kecanduan gadget.

Kegiatan yang digagas oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya ini menjadi suasana positif di masa liburan sekolah. Beragam permainan seperti dakon, egrang batok, kerajinan mahkota daun, hingga electric maze dihadirkan untuk mengasah motorik dan kekompakan anak.

Momen paling mengundang tawa terjadi saat sesi "Game Tebak Anak". Para ibu dengan mata tertutup harus mengenali buah hatinya hanya lewat rabaan, suara, atau ciri khas fisik. Permainan ini sukses menghidupkan suasana sekaligus memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak.

Dosen Pembimbing Lapangan, Khoudiy Iffiyah, menyebut festival ini bukan sekadar ajang bermain, melainkan sarana pembentukan karakter.

"Melalui permainan tradisional, anak-anak belajar tentang kerja sama, kesabaran, kreativitas, keberanian, dan sportivitas. Nilai-nilai ini penting untuk mendukung perkembangan mereka di era digital," jelas Khoudiy.

Tak hanya aktivitas fisik, anak-anak juga disuguhi hiburan edukatif lewat dongeng heroik Laksamana Malahayati. Kisah pahlawan perempuan asal Aceh ini dibawakan secara interaktif untuk menanamkan jiwa patriotisme dan rasa cinta tanah air sejak dini.

Sementara itu, Psikolog Untag Surabaya, Aulia Ul Haque, yang turut hadir memberikan sosialisasi, menyoroti bahaya laten kecanduan gawai. Menurutnya, screen time berlebih dapat menggerus kemampuan sosial, emosional, dan konsentrasi anak jika tak diimbangi aktivitas di dunia nyata.

"Anak-anak tetap butuh pengalaman bermain secara langsung, berinteraksi dengan teman sebaya, bergerak aktif, dan membangun kedekatan dengan keluarga. Orang tua memiliki peran penting dalam menciptakan keseimbangan tersebut" tegas Aulia.

Ia juga berpesan agar orang tua mampu menjadi teladan dalam penggunaan teknologi serta menyediakan alternatif hiburan yang menarik agar gawai tidak menjadi satu-satunya pelarian anak.

Inisiatif mahasiswa KKN Untag Surabaya ini menuai apresiasi dari warga setempat. Festival ini dinilai sukses menghadirkan rekreasi edukatif yang mempererat hubungan keluarga sekaligus membentengi generasi muda dari dampak negatif teknologi.

Penulis: Rudik (Mahasiswa Psikolog Untag Surabaya)

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut