Korban Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo Capai 566 Orang, 88 Masih Dirawat
SIDOARJO, iNewsSurabaya.id – Kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo terus bertambah.
Hingga Rabu (2/9/2026), sebanyak 566 orang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan yang didistribusikan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Lakhsmie Herawati Yuwantina mengatakan, jumlah tersebut bertambah 35 orang dari data sebelumnya yang mencatat 531 kasus. “531 ditambah 35. Kurang lebih 566 ya,” ujar Lakhsmie.
Kasus tersebut tidak hanya dialami santri dan santriwati Pondok Pesantren Manbaul Hikam. Siswa dari 19 lembaga pendidikan lain di kawasan Tanggulangin juga dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG yang sama pada Selasa (1/9/2026).
Keluhan yang dialami korban mayoritas berupa mual, muntah, dan pusing yang muncul beberapa waktu setelah menyantap makanan. “Sementara nampaknya mual, muntah, pusing itu saja yang paling banyak,” katanya.
Dari total 566 orang yang terdata, sebanyak 88 pasien masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Lakhsmie memastikan kondisi pasien yang dirawat secara umum stabil dan belum ada yang membutuhkan perawatan khusus.
“Secara umum yang opname stabil. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan sampai ke perawatan khusus. Dirawat inap biasa,” jelasnya.
Pemkab Sidoarjo mengerahkan sejumlah rumah sakit untuk menangani pasien, di antaranya RSUD RT Notopuro, RS Delta Surya, RS Siti Hajar, RS Pusura, RS Aisyiyah, RS Bhayangkara, RS Arafah Anwar, dan RS Assakinah Medika.
Penempatan pasien disesuaikan dengan kapasitas masing-masing rumah sakit. Pemerintah daerah juga terus memantau kemungkinan adanya korban tambahan yang membutuhkan pelayanan medis.
Sementara itu, 470 pasien telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik. Keputusan pemulangan dilakukan berdasarkan kondisi klinis masing-masing pasien.
Pasien yang masih mengalami keluhan diminta menjalani pemeriksaan lanjutan. Sedangkan mereka yang dinyatakan membaik dapat melanjutkan pengobatan sesuai obat yang diberikan tenaga medis.
Hingga kini, Dinkes Sidoarjo belum dapat memastikan penyebab munculnya keluhan kesehatan secara massal tersebut. Petugas telah mengumpulkan sejumlah sampel, termasuk muntahan pasien dan bahan makanan dari dapur SPPG Kalitengah, untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.
Editor : Arif Ardliyanto