get app
inews
Aa Text
Read Next : Cium Merah Putih dan Bagikan Pohon Sukun, Cara Unik PDI Perjuangan Tuban Lantik 206 Pengurus PAC

Deddy Sitorus Semprot Waketum PKB: Memangnya Jazilul Siapa Ngatur Sikap Politik PDIP

Jum'at, 19 Juni 2026 | 07:01 WIB
header img
Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Sitorus merespons keras pernyataan Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid. Foto: Dok

JAKARTA, iNewsSurabaya.id - Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Sitorus merespons keras pernyataan Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid yang mendesak partainya untuk menunjukkan sikap tegas terkait posisi partai di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menanggapi hal tersebut, Deddy meminta Jazilul untuk fokus mengurus internal partainya sendiri daripada mencampuri urusan partai lain.

"Lebih baik Jazilul urus partainya sendiri dari pada ngurusi orang lain," ujar Deddy kepada wartawan.

Ia menjelaskan bahwa sikap dan posisi politik PDI-P merupakan keputusan organisasi yang sakral melalui Kongres, Rakernas, serta mandat prerogatif Ketua Umum.

"Jadi tidak bisa seenaknya kader partai lain mendesak kami untuk melakukan apapun. Memangnya dia siapa??" tanya Deddy dengan nada heran.

Deddy menilai Jazilul perlu memperdalam pemahaman mengenai sistem pemerintahan, khususnya perbedaan antara sistem parlementer dan presidensial. Menurutnya, Indonesia menganut sistem presidensial di mana basis ideologinya seragam, yaitu Pancasila, sehingga fungsi oposisi dalam konteks parlementer berpindah menjadi fungsi checks and balances oleh DPR, mirip dengan sistem di Amerika Serikat.

"Jadi politik di Indonesia relatif tidak mengenal koalisi yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan apalagi oposisi yang merupakan keharusan di sistem parlementer. Apakah Jazilul paham urusan ini atau tidak, kalau paham dia mestinya tidak ngomong begitu," kata Deddy.

Ia pun menegaskan bahwa posisi PDI-P sebenarnya sudah sangat jelas berada di luar pemerintahan sebagai penyeimbang kekuasaan demi menjaga kontrol sosial karena mayoritas DPR sudah dikuasai oleh partai pendukung pemerintah.

"Kenapa perlu menjadi penyeimbang, karena mayoritas DPR sudah dikuasai oleh partai-partai yamg masuk dalam pemerintahan. Kurang terang benderang apa urusan ini bagi dia?" ujar Deddy.

Ia juga mempertanyakan motif di balik desakan tersebut, apakah ingin mengadu domba atau karena rasa galau dari PKB sendiri.

"Saya tidak tahu maksud pernyataan dia karena gak paham, ingin mengadu domba dengan pemerintah atau karena galau sebab tidak maksimal sebagai partai maupun fraksi di DPR?" pungkasnya.

Pernyataan menohok dari Deddy Sitorus ini merupakan jawaban atas sentilan yang disampaikan oleh Jazilul Fawaid sebelumnya. Pria yang akrab disapa Gus Jazil tersebut menilai posisi politik PDI-P saat ini masih mengambang dan tidak menunjukkan kejelasan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

"Saya harap, mengambil sikap yang tegas saja. Kalau di oposisi, oposisi. Jangan abu-abu," kata Gus Jazil saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan.

Menurutnya, ketegasan sikap sangat diperlukan agar tidak ada kesan mengganggu jalannya program-program kerja yang sedang diupayakan oleh seluruh partai koalisi pemerintah yang saat ini tengah menjaga soliditasnya.

"Iya, jangan abu-abu sikapnya. Selama ini kan kita ataupun yang ada di barisan pemerintah ini kan menghormati semua pendapat dari yang lain. Tapi, kalau ada kesan mengganggu, itu tidak baik untuk menjalankan program, gitu. Jadi, posisinya supaya gentle saja," tuturnya.

Ia bahkan secara terbuka mengkritik istilah partai penyeimbang yang sering digaungkan oleh para elite PDI-P karena dianggap tidak memberikan rumusan politik yang konkret dan jelas.

"Belum, belum. Karena selama ini memang ada kesan gitu, di sana dan di sini, belum tegas posisinya. Menyeimbangkan kayak apa, itu nggak paham," pungkasnya.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut