get app
inews
Aa Text
Read Next : Jangan Tertipu Klaim Kemasan, Dokter Anak Ungkap 4 Cara Cerdas Memilih Nutrisi Terbaik Si Kecil

Dokter Anak Ungkap Rahasia Tumbuh Kembang Optimal, Ternyata Bukan Cuma Soal Makanan Bergizi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:43 WIB
header img
Dokter spesialis anak dr. Atika Nurmalitasari mengungkap faktor penting selain gizi yang menentukan tumbuh kembang anak. Kedekatan emosional dengan orang tua ternyata berpengaruh besar. (Foto iNewsSurabaya.id/Hendro).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kesibukan pekerjaan, padatnya aktivitas sekolah, hingga penggunaan gawai yang semakin masif membuat banyak keluarga modern menghadapi tantangan baru. Tak sedikit orang tua yang kesulitan menyediakan waktu berkualitas bersama anak, padahal kedekatan emosional memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang mereka.

Fenomena ini menjadi perhatian dalam kampanye bertajuk Temani Langkahmu, Kini dan Nanti yang digelar di Surabaya. Kegiatan tersebut menyoroti pentingnya membangun kebiasaan sehat dalam keluarga, sekaligus memperkuat hubungan antara orang tua dan anak di tengah perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan.

Salah satu pembahasan yang menarik perhatian datang dari dokter spesialis anak, dr. Atika Nurmalitasari, Sp.A. Menurutnya, masih banyak orang tua yang menganggap kesehatan anak hanya ditentukan oleh asupan makanan bergizi. Padahal, faktor emosional dan lingkungan keluarga juga memiliki pengaruh besar terhadap proses tumbuh kembang anak.

"Anak-anak membutuhkan keseimbangan antara nutrisi, aktivitas fisik, istirahat yang cukup, serta hubungan emosional yang sehat dengan orang tua agar tumbuh dan berkembang secara optimal," ujar dr. Atika.


Dokter spesialis anak dr. Atika Nurmalitasari mengungkap faktor penting selain gizi yang menentukan tumbuh kembang anak. Kedekatan emosional dengan orang tua ternyata berpengaruh besar. Foto iNewsSurabaya.id/hendro

Ia menjelaskan bahwa anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang hangat dan suportif cenderung memiliki perkembangan emosional yang lebih baik. Selain itu, interaksi positif dengan orang tua juga membantu meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan sosial, hingga kesehatan mental anak di masa depan.

Menurut dr. Atika, kebiasaan sederhana yang sering dianggap sepele justru memiliki manfaat besar. Makan bersama keluarga, mengajak anak berolahraga ringan, mendengarkan cerita mereka setelah pulang sekolah, hingga meluangkan waktu berbicara tanpa gangguan gawai dapat menjadi sarana efektif untuk memperkuat ikatan emosional.

Di era digital saat ini, tantangan orang tua juga semakin kompleks. Kehadiran teknologi memang memberikan banyak kemudahan, namun di sisi lain dapat mengurangi intensitas komunikasi langsung dalam keluarga. Karena itu, orang tua perlu menciptakan ruang interaksi yang nyaman agar anak tetap merasa didengar dan diperhatikan.

Pesan serupa juga muncul dalam sesi diskusi yang menghadirkan momfluencer Angela Listiarini Prayitno bersama putrinya, Yovanka Angel Wijaya. Keduanya berbagi pengalaman mengenai pentingnya menjaga komunikasi dan kebersamaan di tengah rutinitas yang padat.

Dari sudut pandang anak, Yovanka menilai waktu yang diberikan orang tua memiliki makna yang jauh lebih besar dibandingkan berbagai fasilitas yang tersedia. Kedekatan emosional tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun rasa aman dan nyaman dalam keluarga.

Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, berbagai diskusi menghadirkan pembahasan seputar nutrisi anak, pola asuh di era digital, gaya hidup aktif, hingga pentingnya menjaga kesehatan mental sejak dini. Beragam aktivitas interaktif yang melibatkan orang tua dan anak juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan keluarga.

Kampanye ini sekaligus menjadi pengingat bahwa membangun generasi yang sehat tidak hanya dimulai dari pemenuhan kebutuhan fisik. Kehadiran orang tua, perhatian, dan komunikasi yang hangat merupakan faktor penting yang tidak dapat digantikan oleh teknologi maupun materi.

Bagi dr. Atika, langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten di rumah dapat menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan anak. Dengan keseimbangan antara gizi, aktivitas fisik, waktu istirahat, dan dukungan emosional, anak memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh menjadi pribadi yang sehat, tangguh, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut