Sebelum Tewas Membusuk di Bandara Juanda, ASN Bangkalan Video Call Keluarga Sebelum Hilang Kontak
BANGKALAN, iNewsSurabaya.id – Kasus kematian misterius RYS, Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, meninggalkan duka mendalam sekaligus teka-teki bagi pihak keluarga. Korban yang ditemukan tewas di dalam mobil dinasnya di area parkir Bandara Juanda, Sidoarjo, diketahui masih sempat berkomunikasi via panggilan video (video call) bersama keluarga sebelum dinyatakan hilang secara misterius.
Setelah menjalani proses autopsi di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Sidoarjo, jenazah ASN Pemkab Bangkalan tersebut akhirnya tiba di rumah duka yang berlokasi di Kelurahan Mlajah, Kabupaten Bangkalan, pada Kamis (25/6/2026) dini hari.
Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, membeberkan bahwa RYS awalnya berpamitan kepada pihak keluarga sejak Kamis (18/6/2026). Pada malam harinya, sang pejabat sempat mengirimkan titik lokasi (share location) yang menunjukkan posisi keberadaannya di kawasan Pujon, Kabupaten Malang.
Komunikasi berkala dengan pihak keluarga sebenarnya masih berjalan normal hingga Sabtu (20/6/2026) pagi melalui video call. Namun, petaka dimulai pada Sabtu siang ketika ponsel korban mendadak mati total dan pihak keluarga sepenuhnya kehilangan kontak.
Kekhawatiran itu berubah menjadi kenyataan pahit saat mobil dinas korban ditemukan terparkir di Bandara Juanda pada Rabu (24/6/2026) siang. Di dalam kabin, RYS ditemukan sudah terbujur kaku di kursi penumpang bagian depan dalam kondisi pembusukan lanjut.
Kejanggalan besar mencuat saat keluarga meneliti rekaman kamera pengawas (CCTV) milik Bandara Juanda. Mobil dinas tersebut terpantau masuk ke area parkir pada Sabtu sore pukul 16.00 WIB—beberapa jam setelah korban hilang kontak. Anehnya, posisi pengemudi yang menekan tombol tiket parkir diisi oleh pria lain, bukan RYS.
“Korban masih sempat video call dengan keluarga hingga Sabtu pagi. Baru mulai Sabtu siang keluarga kehilangan kontak. Sementara dari CCTV terlihat ada orang lain yang membawa mobil masuk ke area bandara,” ujar Risang Bima Wijaya.
Untuk membantu mempercepat proses pengungkapan kasus, pihak keluarga juga telah menyerahkan bukti digital tambahan kepada tim penyidik. Bukti tersebut berupa rekaman CCTV sekunder dari wilayah Pujon, Malang, yang menangkap momen korban sedang bersama seorang pria sebelum akhirnya menghilang.
Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman intensif terhadap seluruh barang bukti dan rekaman CCTV yang ada. Polisi juga tengah menunggu hasil resmi autopsi kedokteran forensik untuk memastikan penyebab utama kematian korban, sementara keluarga mendesak agar tabir di balik kematian RYS ini bisa segera dibongkar secara terang benderang.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar