Lewat Drama Musikal, 350 Siswa Surabaya Kampanyekan Kepedulian Lingkungan
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan sejak usia dini dengan berbagai cara, termasuk melalui seni. Hal itu ditunjukkan ratusan siswa SD Santa Maria Surabaya yang menggelar drama musikal kolaboratif bertajuk Bumi Terluka, Manusia Bertindak.
Sebanyak 350 siswa kelas 1 hingga kelas 5 terlibat dalam pertunjukan yang memadukan drama, musik, tari, gerak, dan seni visual dalam satu panggung. Melalui pementasan tersebut, para siswa mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus memahami pentingnya menjaga kelestarian bumi.
Dalam cerita yang dibawakan, bumi digambarkan sebagai sosok yang terluka akibat berbagai kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh ulah manusia. Namun, di balik kondisi tersebut masih tersimpan harapan bahwa perubahan dapat diwujudkan melalui kesadaran dan tindakan nyata bersama.
Kepala SD Santa Maria Surabaya, Yunitha Ike Christyowati, M.Pd., mengatakan drama musikal ini menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi para siswa.
“Melalui drama musikal ini, anak-anak diajak memahami bahwa bumi sedang menghadapi berbagai tantangan akibat perilaku manusia. Mereka belajar bahwa setiap orang memiliki peran untuk ikut menjaga dan merawat lingkungan,” ujarnya, Kamis (26/6/2026).
Menurut Ike, proses persiapan yang berlangsung selama sekitar dua bulan menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter siswa. Selain mempelajari seni pertunjukan, mereka juga belajar bekerja sama, disiplin, bertanggung jawab, berkomunikasi, dan menghargai perbedaan.
“Kami bangga karena seluruh siswa dapat berkolaborasi dalam satu karya bersama. Pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kepedulian terhadap sesama maupun lingkungan,” katanya.
Bagi para siswa, pengalaman tampil dalam drama musikal tersebut memberikan pelajaran yang berkesan. Salah satunya dirasakan Aji Wijaya Santoso (10), siswa kelas 4A yang memerankan tokoh Penduduk Sedih.
Melalui perannya, Aji menggambarkan masyarakat yang merasakan dampak kerusakan lingkungan dan berbagai bencana akibat perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab terhadap alam.
“Saya jadi belajar kalau kita harus menjaga lingkungan. Kalau tidak, banyak bencana yang bisa terjadi. Senang sekali bisa ikut drama ini karena pesannya bagus dan mudah dipahami,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Callia Mutiara Arifani (11), siswi kelas 5B yang memerankan tokoh Ibu Bumi. Dalam pertunjukan tersebut, ia menjadi simbol bumi yang mengajak manusia untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
Menurut Callia, menjaga bumi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari.
“Kita bisa mulai dari membuang sampah pada tempatnya, menghemat air, mengurangi penggunaan plastik, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” tuturnya.
Editor: Arif Ardliyanto