Residu Sampah Masih Jadi Tantangan, Teknologi Olah Sampah Tanpa Pilah Dinilai Jadi Solusi Baru
MOJOKERTO, iNewsSurabaya.id – Persoalan residu sampah yang selama ini sulit diolah masih menjadi pekerjaan rumah besar dalam sistem pengelolaan sampah di Jawa Timur. Di tengah meningkatnya volume sampah setiap hari, inovasi teknologi pengolahan sampah tanpa proses pemilahan mulai dilirik sebagai alternatif untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA).
Gagasan tersebut mengemuka dalam forum diskusi pengelolaan sampah yang digelar Perhimpunan Filantropi Indonesia bersama Yayasan Bimasakti Peduli Negeri di Pendopo Bimasakti Farm, Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Akademisi Teknik Lingkungan Universitas Airlangga, Dr. Rizky Amaliyah, menilai tantangan utama pengelolaan sampah di Indonesia bukan semata-mata terletak pada teknologi, melainkan rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah.
Menurutnya, sekitar 60 persen timbulan sampah nasional berasal dari sektor rumah tangga. Namun hingga kini belum ada kebijakan yang benar-benar mampu mendorong masyarakat melakukan pemilahan sampah secara konsisten.
"Kesadaran masyarakat mengenai pemilahan sampah masih belum merata. Selain itu, manfaat ekonomi dari penerapan ekonomi sirkular juga belum banyak dirasakan sehingga motivasi masyarakat masih rendah," ujar Rizky.
Ia menambahkan, penerapan konsep ekonomi sirkular juga masih menghadapi hambatan, terutama karena pasar bagi produk hasil daur ulang sampah belum berkembang secara optimal.
Editor: Arif Ardliyanto