Ngeri! Dump Truk Pengangkut Pasir Terseret Banjir di Banyuwangi, Tiga Truk Tak Mampu Menariknya
BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Aktivitas penambangan pasir di Sungai Kalibaru, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, berubah menjadi momen menegangkan. Sebuah dump truk yang tengah bersiap memuat pasir tiba-tiba diterjang banjir mendadak hingga terseret arus dan akhirnya tenggelam, Jumat (26/6/2026).
Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar yang bergegas menuju lokasi setelah melihat derasnya arus sungai menyeret kendaraan berukuran besar itu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dump truk berada di aliran Sungai Kalibaru untuk mengambil muatan pasir. Namun, kondisi sungai berubah dalam waktu singkat. Debit air meningkat drastis sehingga arus menjadi sangat kuat dan menyeret kendaraan hingga tak dapat dikendalikan.
Kepala Desa Sumbermulyo, Suhadi, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan banjir datang secara tiba-tiba ketika truk masih berada di tengah aliran sungai.
"Benar, dump truk itu terjebak saat air sungai tiba-tiba meluap. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, hanya kendaraannya yang tenggelam di sungai," ujar Suhadi.
Beruntung, sopir dump truk berhasil menyelamatkan diri beberapa saat sebelum kendaraan terseret arus. Ia langsung melompat keluar dari kabin ketika melihat debit air terus meningkat sehingga terhindar dari kemungkinan yang lebih fatal.
Setelah banjir mulai mereda, warga bersama perangkat desa berupaya melakukan evakuasi kendaraan dengan memanfaatkan truk lain sebagai penarik.
"Warga sempat melakukan evakuasi dengan menarik dump truk menggunakan truk lain," katanya.
Namun, upaya tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Derasnya arus sungai ditambah bobot dump truk yang sangat berat membuat proses penarikan berlangsung sulit.
Menurut Suhadi, sedikitnya tiga unit truk dikerahkan untuk menarik kendaraan yang tenggelam. Sayangnya, seluruh usaha itu tidak membuahkan hasil.
"Sudah dicoba ditarik menggunakan tiga unit truk, tetapi tidak berhasil. Saat proses penarikan, dump truk oleng hingga akhirnya terguling di dasar sungai," jelasnya.
Kondisi tersebut membuat proses evakuasi semakin berisiko. Selain arus sungai yang masih cukup deras, posisi dump truk yang telah terbalik di dasar sungai menyulitkan proses pengangkatan.
Demi menghindari risiko kecelakaan, pemerintah desa bersama warga akhirnya memutuskan menghentikan sementara proses evakuasi hingga kondisi sungai benar-benar aman.
Rencananya, evakuasi akan kembali dilakukan pada Sabtu (27/6/2026). Warga berharap debit air Sungai Kalibaru telah menurun sehingga proses pengangkatan dump truk dapat dilakukan dengan lebih aman dan efektif.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pengemudi dan pekerja tambang agar selalu mewaspadai potensi banjir mendadak saat beraktivitas di aliran sungai, terutama ketika cuaca di wilayah hulu sedang tidak menentu.
Editor: Arif Ardliyanto