get app
inews
Aa Text
Read Next : Sports Mobile Legends Masuk Kurikulum Ekstrakurikuler di 100 SMP - SMA di Surabaya

Polisi Tangkap 13 Orang Provokator Kericuhan Demo di Grahadi

Sabtu, 27 Juni 2026 | 06:46 WIB
header img
Kericuhan demo di Grahadi berujung penangkapan 13 orang peserta aksi. (Foto : ist).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Polisi mengamankan 13 orang peserta aksi Front Anti Kapitalisme yang berdemonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/6/2026) malam. 

Dari 13 orang yang diamankan, 12 di antaranya laki-laki dan satu perempuan. Mereka diduga terlibat dalam tindakan anarkis yang terjadi saat massa aksi berupaya mendekati area Gedung Grahadi.

Setelah situasi berhasil dikendalikan, petugas membawa para terduga pelaku ke pos pengamanan di dalam kompleks Grahadi untuk menjalani pemeriksaan awal.

Polisi melakukan penggeledahan badan, pemeriksaan barang bawaan, serta pendataan identitas sebelum mereka dibawa ke Mapolrestabes Surabaya.

Selanjutnya, seluruh orang yang diamankan dinaikkan ke truk Dalmas untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik akan mendalami peran masing-masing, termasuk kemungkinan adanya pihak yang memprovokasi massa hingga berujung pada aksi perusakan fasilitas negara.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan, penangkapan dilakukan saat aparat membentuk blokade untuk mendorong mundur massa yang masih bertahan dan melakukan tindakan anarkis di depan Gedung Grahadi.

Menurutnya, aksi yang sejak sore berlangsung kondusif mulai memanas menjelang malam hari. Situasi berubah setelah salah satu orator diduga mengajak massa untuk merangsek ke arah barikade petugas.

"Situasi awalnya kondusif, namun berubah menjadi ricuh ketika ada salah satu orator yang memprovokasi massa untuk bergerak maju merangsek barikade," ujar Luthfie.

Ia menjelaskan, massa sebelumnya menuntut agar dapat berdialog dengan perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Namun, karena tuntutan tersebut tidak terpenuhi, sebagian peserta aksi mulai meluapkan emosi dengan melempar batu dan merusak pagar kompleks Grahadi.

Saat ini, ke-13 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan di Markas Polrestabes Surabaya. Selain memeriksa keterlibatan masing-masing individu, penyidik juga mendalami kemungkinan adanya pihak yang menginisiasi atau mengarahkan aksi perusakan tersebut.

Sebelum kericuhan terjadi, ratusan massa yang tergabung dalam aksi "Warga Surabaya Turun ke Jalan #IndonesiaSekarat" menggelar long march menuju Gedung Grahadi. Dalam aksinya, mereka menyampaikan sedikitnya 11 tuntutan kepada pemerintah.

Beberapa tuntutan yang disuarakan antara lain mendesak pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok, serta menolak rencana revisi Undang-Undang Polri dan Undang-Undang TNI.

Juru Bicara Front Anti Kapitalisme, Septia Rahma, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap kondisi ekonomi yang dinilai semakin membebani masyarakat.

"Hari ini adalah perpanjangan napas perlawanan warga Kota Surabaya. Yang kami rasakan di lapangan, harga kebutuhan pokok terus naik dan semakin memberatkan masyarakat, termasuk pelaku UMKM," kata Septia.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut