Sampah Plastik Tak Lagi Jadi Masalah, Mahasiswa di Surabaya Ini Mengubahnya Jadi Peluang Ekonomi
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Persoalan pengelolaan sampah dan penguatan ekonomi masyarakat masih menjadi tantangan di berbagai wilayah. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, Universitas Wijaya Putra (UWP) memilih hadir langsung di tengah masyarakat dengan menghadirkan solusi berbasis ekonomi sirkular dan pemberdayaan usaha mikro.
Sebanyak 29 mahasiswa UWP diterjunkan ke RW 05, Kelurahan Babat Jerawat, Kecamatan Pakal, Surabaya, untuk menjalankan program pendampingan Kampung Pancasila yang berlangsung selama Mei hingga Juli 2026. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Pemerintah Kota Surabaya dalam memperkuat kemandirian masyarakat.
Mengangkat tema "Mewujudkan Kampung Pancasila Mandiri dan Berkelanjutan dengan Pendekatan Ekonomi Sirkular dan Edukasi Sosial", para mahasiswa berupaya menjawab berbagai persoalan yang dihadapi warga melalui program yang aplikatif dan berkelanjutan.
Sebelum menjalankan program, tim KKN melakukan observasi pada 1 dan 8 Mei 2026. Hasilnya menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, belum optimalnya pengelolaan sampah plastik, serta perlunya pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Ketua Kelompok KKN K1-03, Engga Trisya Putri, mengatakan program yang dijalankan terbagi dalam dua fokus utama, yakni pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular dan penguatan kapasitas UMKM.
Pada sektor lingkungan, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pemilahan sampah sejak dari rumah, menyediakan tong sampah plastik di sejumlah titik, mengoptimalkan pengelolaan bank sampah, hingga mengolah botol plastik bekas menjadi media tanam sayuran yang dapat dimanfaatkan warga.
"Kami ingin mengubah pola pikir masyarakat bahwa sampah plastik bukanlah akhir dari konsumsi, melainkan bisa menjadi sumber daya baru yang bernilai ekonomis," ujar Engga.
Sementara pada sektor ekonomi, mahasiswa mendampingi pelaku UMKM dalam menyusun konsep usaha, membuat label produk, menyusun daftar menu sederhana, hingga mengenalkan pencatatan keuangan dasar agar usaha lebih tertata.
Tak hanya itu, pelaku UMKM juga dibekali strategi promosi digital melalui media sosial dan WhatsApp sehingga dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
"Mahasiswa juga membantu para pelaku usaha memulai promosi sederhana melalui media sosial dan WhatsApp guna memperluas jangkauan pasar," tambahnya.
Program KKN ini tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi dan lingkungan. Tim mahasiswa juga melakukan pendataan berbagai persoalan sosial di lingkungan setempat, mulai dari anak putus sekolah, calon penerima beasiswa UWP, anak dengan stunting atau gizi buruk, lansia yang masuk kategori Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PPKS), hingga pelaku UMKM.
Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan program lanjutan agar bantuan yang diberikan lebih tepat sasaran.
Seluruh kegiatan mendapat pendampingan dari dua dosen pembimbing lapangan, yakni Dr. Nur Jannah, MM., dan Bayu Aulia Priyantomo, M.Med.Kom. Keduanya memastikan program pengabdian masyarakat berjalan sesuai kebutuhan warga sekaligus mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UWP, Dr. Esa Wahyu Endarti, M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata komitmen UWP sebagai kampus sociopreneur yang menempatkan dampak sosial sebagai prioritas.
"Kami ingin menanamkan semangat Impactful UWP, bahwa setiap program pengabdian harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya berhenti pada teori di kelas," ujarnya.
Menurutnya, visi UWP menjadi universitas terkemuka dalam pengembangan sociopreneurship berbasis riset pada 2030 diwujudkan melalui berbagai program strategis, termasuk KKN berbasis riset dan penguatan kurikulum yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Dr. Esa berharap program seperti ini dapat terus dikembangkan sebagai model pengabdian masyarakat yang mampu menciptakan solusi berkelanjutan, sekaligus membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki jiwa kewirausahaan, tetapi juga kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan.
Dengan pendekatan tersebut, KKN Tematik UWP di Kampung Pancasila diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan, mulai dari pengelolaan sampah yang lebih baik, penguatan UMKM, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Editor: Arif Ardliyanto