get app
inews
Aa Text
Read Next : Sports Mobile Legends Masuk Kurikulum Ekstrakurikuler di 100 SMP - SMA di Surabaya

Hubungan Industrial Pancasila Jadi Kunci, Kemnaker dan Perusahaan Ini Perkuat Kolaborasi Dunia Kerja

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:22 WIB
header img
Kemnaker dan PT HM Sampoerna memperkuat Hubungan Industrial Pancasila melalui program upskilling, reskilling, dan kolaborasi membangun SDM unggul. Foto Ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama PT HM Sampoerna Tbk. memperkuat kolaborasi dalam mendorong penerapan Hubungan Industrial Pancasila melalui kegiatan Sinergi Pilar Bangsa: Praktik Baik Hubungan Industrial Pancasila yang digelar di Plant Rungkut 1 PT HM Sampoerna Tbk., Surabaya, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wadah berbagi praktik terbaik dalam penerapan nilai-nilai Pancasila di dunia kerja. Selain itu, forum ini juga mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui program upskilling dan reskilling bagi pencari kerja.

Acara ini dihadiri secara daring oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, Ph.D., serta diikuti sekitar 200 peserta yang hadir langsung dan 1.000 peserta lainnya secara virtual.

Dalam sambutannya, Yassierli menegaskan bahwa Sinergi Pilar Bangsa merupakan wujud kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, pekerja, dan serikat pekerja dalam membangun hubungan industrial yang sehat, kuat, dan berkelanjutan.

Menurutnya, Hubungan Industrial Pancasila merupakan sistem hubungan kerja yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Sistem tersebut menempatkan pekerja dan pengusaha sebagai mitra strategis yang saling membutuhkan, bukan pihak yang saling berhadapan.

"Acara seperti ini penting menjadi contoh bagi dunia industri tentang bagaimana sinergi antara pemerintah, industri, dan pekerja dibangun secara kuat," ujar Yassierli.

Menaker juga mengapresiasi kolaborasi PT HM Sampoerna Tbk. yang menghadirkan berbagai program peningkatan keterampilan bagi pekerja dan pencari kerja, mulai dari upskilling, reskilling, hingga pelatihan kewirausahaan. Program tersebut dinilai sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat pelatihan vokasi serta menyiapkan tenaga kerja yang adaptif menghadapi perubahan dunia kerja.

Lebih lanjut, Yassierli mengatakan Kemnaker terus mengembangkan kerangka maturitas hubungan industrial untuk mendorong transformasi hubungan kerja dari sekadar memenuhi kepatuhan menjadi hubungan yang kolaboratif, produktif, dan transformatif.

Menurutnya, pada tingkat tertinggi, hubungan industrial tidak hanya berorientasi pada kepentingan internal perusahaan, tetapi juga berkontribusi dalam membangun ekosistem industri yang tangguh dan berkelanjutan.

"Pada level transformatif, perusahaan dan pekerja memiliki visi yang lebih luas untuk bersama-sama membangun ketahanan industri dan memperkuat Indonesia," jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurnia, mengapresiasi kontribusi PT HM Sampoerna Tbk. dalam membuka lapangan kerja serta menjaga keberlangsungan industri padat karya di Indonesia. Ia juga menilai komitmen perusahaan dalam memberikan kesempatan kerja bagi perempuan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan industri.

"Tidak banyak tempat kerja yang masih memberi kesempatan kepada perempuan usia di atas 50 tahun untuk tetap bekerja. Sampoerna memberi ruang itu," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur PT HM Sampoerna Tbk., Rianto Probo Hartono, menegaskan bahwa hubungan industrial yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila menjadi fondasi terciptanya hubungan kerja yang harmonis, sehat, dan berkelanjutan.

Menurut Rianto, pengalaman Sampoerna selama lebih dari 113 tahun membuktikan bahwa keberlanjutan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan bisnis, tetapi juga oleh konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai perusahaan.

"Pengalaman kami menunjukkan bahwa membangun usaha bukan hanya soal pertumbuhan, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai dijalankan secara konsisten dalam setiap proses," ujarnya.

Ia menambahkan, hubungan industrial yang kuat dibangun melalui kepercayaan, dialog, dan kolaborasi yang berlangsung secara berkelanjutan. Karena itu, perusahaan terus mengembangkan berbagai program pemberdayaan sumber daya manusia, termasuk Sampoerna Karya Bangsa yang berfokus pada kewirausahaan, pelatihan vokasi, dan peningkatan keterampilan kerja.

"Kami percaya, kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk memperkuat praktik hubungan industrial yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, sekaligus menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif dan berdaya saing," kata Rianto.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan peluncuran buku Hubungan Industrial Pancasila Berdasarkan Falsafah Tiga Tangan, yang memuat praktik-praktik terbaik penerapan nilai-nilai Pancasila dalam hubungan industrial, khususnya di lingkungan PT HM Sampoerna Tbk.

Selain itu, digelar talkshow lintas pemangku kepentingan bertajuk Internalisasi Pancasila dan Hubungan Industrial yang Harmonis, Produktif, dan Transformatif.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah, dunia usaha, dan pekerja diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama dalam membangun hubungan industrial yang harmonis, meningkatkan produktivitas, serta mendukung transformasi dunia kerja Indonesia menuju ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

Editor : Suriya Mohamad Said

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut