Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Jogja Printing Expo 2025 Dorong Inovasi dan Kolaborasi di Industri Percetakan Yogyakarta
Advertisement . Scroll to see content

Industri Percetakan Jawa Timur Makin Bergairah, Investasi Mesin Produksi Melonjak

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:27 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Industri Percetakan Jawa Timur Makin Bergairah, Investasi Mesin Produksi Melonjak
Perusahaan keuangan BFI Finance hadir di Surabaya Printing Expo 2026 dengan menawarkan pembiayaan mesin printing bunga 0 persen, pembiayaan syariah, dan berbagai promo untuk mendukung ekspansi pelaku usaha di Jawa Timur. Foto iNewsSurabaya.id/tangkap laya

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Industri percetakan di Indonesia terus menunjukkan geliat positif seiring meningkatnya kebutuhan akan layanan cetak, kemasan (packaging), promosi visual, hingga produk yang dipersonalisasi. Kondisi ini mendorong pelaku usaha untuk memperbarui teknologi produksi agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Namun, modernisasi mesin produksi bukan perkara mudah. Investasi yang dibutuhkan relatif besar sehingga banyak pelaku usaha membutuhkan dukungan pembiayaan untuk mempercepat ekspansi bisnis tanpa mengganggu arus kas perusahaan.

Menjawab kebutuhan tersebut, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) kembali ambil bagian dalam Surabaya Printing Expo (SPE) 2026 yang digelar di Grand City Convex Surabaya pada 8–11 Juli 2026. Dalam ajang ini, perusahaan menawarkan berbagai solusi pembiayaan mesin produksi bagi pelaku industri printing dan manufaktur.

Machinery Business Head BFI Finance, Amelia Tjahjadi, mengatakan sektor percetakan menjadi salah satu industri yang terus berkembang dengan kebutuhan investasi mesin yang cukup tinggi.

"Kehadiran BFI Finance di Surabaya Printing Expo merupakan bentuk komitmen kami untuk membantu pelaku usaha memperoleh akses pembiayaan yang cepat, fleksibel, dan sesuai kebutuhan bisnis mereka," ujar Amelia.

Selama pameran berlangsung, BFI Finance menghadirkan sejumlah penawaran khusus yang dapat dimanfaatkan pengunjung. Program tersebut antara lain bunga 0 persen untuk supplier rekanan tertentu melalui skema subsidi, potongan biaya provisi menjadi 0,75 persen dari tarif normal 1,25 persen, serta pembebasan biaya administrasi.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut