Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kronologi Chat WhatsApp Tak Etis di Unesa, Berawal dari Laporan hingga 6 Mahasiswa Dinonaktifkan
Advertisement . Scroll to see content

110 Anggota KWIM Malaysia Belajar Bisnis Digital, UNESA Fokus Kemandirian Ekonomi Perempuan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 19:10 WIB
  • author Rahmat Ilyasan
110 Anggota KWIM Malaysia Belajar Bisnis Digital, UNESA Fokus Kemandirian Ekonomi Perempuan
UNESA melatih 110 anggota KWIM Malaysia dalam kewirausahaan digital, mulai dari fotografi produk, pemasaran daring, hingga penentuan harga jual. Foto iNewsSurabaya.id/ilyas

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Sebanyak 110 anggota Kelab Wanita Ikon Malaysia (KWIM) di Negeri Sembilan, Malaysia, mengikuti pelatihan kewirausahaan digital yang digelar Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Pelatihan pada 13 Oktober 2025 ini membekali perempuan dengan keterampilan praktis untuk mengembangkan usaha, memperluas pemasaran, dan meningkatkan kemandirian ekonomi melalui teknologi digital.

Program tersebut tidak hanya memperkenalkan peluang bisnis di internet, tetapi juga memberikan keterampilan yang dapat diterapkan langsung dalam kegiatan usaha. Peserta mendapatkan materi fotografi produk, pemasaran melalui platform digital, hingga cara menghitung harga jual agar produk memiliki nilai ekonomi yang lebih baik.

Tim PKM Internasional UNESA dipimpin Dr. Siti Sri Wulandari, S.Pd., M.Pd., dengan anggota Prof. Dr. Waspodo Tjipto Subroto, M.Pd., Prof. Dr. Susanti, S.Pd., M.Si., Dr. Norida Canda Sakti, M.Si., serta Dr. Luqman Hakim, S.Pd., S.E., M.SA.

Pelatihan dirancang untuk meningkatkan literasi kewirausahaan digital, mengembangkan produk berdasarkan potensi lokal, memperkuat strategi pemasaran, dan meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha perempuan. Metode partisipatif dan praktik langsung digunakan agar materi yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan peserta.

Ketua Tim PKM Internasional UNESA, Dr. Siti Sri Wulandari, menjelaskan bahwa penguatan keterampilan digital menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong kemandirian ekonomi perempuan di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola pemasaran.

“Kemandirian ekonomi perempuan perlu dibangun melalui peningkatan kapasitas yang relevan dengan perkembangan ekonomi digital. Kami ingin peserta tidak hanya memahami peluang bisnis digital, tetapi juga mampu mempraktikkan strategi pemasaran, menentukan harga jual, serta mengelola usaha secara berkelanjutan,” ujarnya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut