Bikin Haru! Mantan Pasien Ajak 6 Seniman Muda Surabaya Sumbangkan Lukisan untuk Anak-anak di RS
Menurutnya, setiap sapuan warna dalam lukisan membawa pesan optimisme agar pasien anak tetap tersenyum dan yakin bahwa mereka tidak berjuang sendirian.
Chief Operating Officer RS Premier Surabaya, dr. Ariawan Wangsa Seputera, M.Kes., mengapresiasi kepedulian para seniman muda tersebut.
"Lukisan-lukisan ini bukan sekadar mempercantik ruangan, tetapi juga membawa semangat, optimisme, dan harapan bagi pasien yang sedang menjalani proses pemulihan. Kami percaya pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga emosional dan psikologis pasien," katanya.
Hal senada disampaikan Dokter Spesialis Anak RS Premier Surabaya, dr. Deddy Iskandar, Sp.A., yang pernah menangani Kaylee saat masih menjadi pasien.
Menurutnya, melihat mantan pasien kembali dalam kondisi sehat dan mampu menginspirasi orang lain menjadi kebahagiaan tersendiri bagi tenaga kesehatan.
"Proses penyembuhan bukan hanya tentang pulih secara fisik, tetapi juga bagaimana seseorang mampu bangkit, menemukan makna, dan memberi inspirasi kepada orang lain," ujarnya.
Cerita mengharukan juga datang dari Janice Aiko Kawilarang. Seniman muda tersebut memiliki kenangan khusus dengan RS Premier Surabaya karena dilahirkan sebagai anak kembar di rumah sakit itu. Baginya, menyumbangkan karya seni menjadi bentuk rasa syukur sekaligus cara berbagi kebahagiaan kepada pasien anak.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kehadiran karya seni dengan warna-warna cerah serta visual yang dekat dengan dunia anak mampu membantu mengurangi kecemasan, menciptakan rasa nyaman, dan mendukung kesehatan emosional pasien selama menjalani perawatan.
Melalui kolaborasi dengan para seniman muda Surabaya, RS Premier Surabaya berharap ruang perawatan anak tidak hanya menjadi tempat untuk menjalani pengobatan, tetapi juga menghadirkan lingkungan yang lebih humanis, penuh warna, dan memberi harapan bagi setiap anak serta keluarganya.
Editor : Arif Ardliyanto