AI Bisa Bikin Desain dalam Hitungan Menit, Pelaku UMKM dan Industri Kreatif Belajar di Surabaya
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah cara pelaku industri kreatif menghasilkan karya. Teknologi yang sebelumnya identik dengan dunia digital kini dimanfaatkan untuk mempercepat proses desain, melahirkan ide-ide baru, hingga menciptakan produk merchandise yang memiliki nilai komersial lebih tinggi.
Pemanfaatan AI menjadi salah satu pembahasan utama dalam rangkaian seminar dan workshop Surabaya Printing Expo 2026 yang digelar di Grand City Convention Center, Surabaya. Kegiatan ini mempertemukan pelaku industri percetakan, akademisi, desainer, hingga pelaku UMKM untuk mempelajari penerapan teknologi digital dalam menghadapi transformasi industri grafika.
Salah satu sesi yang paling menyita perhatian peserta adalah workshop bertajuk "Dari Ide ke Merchandise: Workshop Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Desain Merchandise Kreatif." Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami bagaimana AI dapat membantu proses kreatif, mulai dari mencari inspirasi, menyusun konsep desain, hingga menghasilkan produk yang siap dipasarkan.
Pemanfaatan AI dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja para desainer karena proses eksplorasi ide dapat dilakukan lebih cepat tanpa mengurangi kreativitas. Teknologi ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menciptakan produk yang lebih inovatif dan sesuai kebutuhan pasar.
CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan Surabaya Printing Expo 2026 tidak hanya menjadi ajang memamerkan teknologi terbaru, tetapi juga mendorong percepatan transformasi industri grafika melalui kolaborasi dan adopsi inovasi digital.
"Penyelenggaraan Surabaya Printing Expo 2026 diharapkan dapat menjadi katalis bagi percepatan pertumbuhan industri grafis di Jawa Timur," ujarnya.
Menurut Daud, Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai pusat industri dan perdagangan nasional. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk mempercepat perkembangan sektor percetakan, kemasan, periklanan, hingga ekonomi kreatif yang kini semakin membutuhkan dukungan teknologi digital.
Selain membahas AI, penyelenggara juga menggelar seminar bertajuk "Strategi UMKM Naik Kelas Melalui Bisnis Kreatif & Kemasan Produk." Seminar ini mengupas pentingnya inovasi produk, penguatan identitas merek (branding), serta desain kemasan sebagai strategi meningkatkan daya saing UMKM di pasar yang semakin kompetitif.
Peserta juga mendapatkan pemahaman bahwa kemasan tidak lagi sekadar melindungi produk, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun citra merek, menarik perhatian konsumen, sekaligus meningkatkan nilai jual.
Daud menegaskan pihaknya ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang mampu mempertemukan pelaku industri dengan teknologi terkini sehingga tercipta peluang bisnis baru yang lebih luas.
"Melalui pameran ini, kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi bagi pelaku industri untuk memperkenalkan teknologi terkini, meningkatkan daya saing, serta membuka peluang kemitraan dan pasar baru yang dapat mendukung transformasi industri grafika menuju era digital yang lebih inovatif, efisien, dan berkelanjutan," katanya.
Surabaya Printing Expo 2026 diikuti lebih dari 150 peserta pameran yang menampilkan beragam inovasi di bidang percetakan, mulai dari digital printing, offset printing, 3D printing, UV printing, hingga sistem percetakan berbasis web. Selain menjadi ajang pameran teknologi, kegiatan ini juga difokuskan pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui seminar dan workshop yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan, termasuk pemanfaatan AI sebagai pendukung kreativitas dan pengembangan bisnis.
Editor: Arif Ardliyanto