Persebaya Datangkan Gledson Paixao, Gelandang Tangguh Brasil Ini Bikin Lini Tengah Makin Garang
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Persebaya Surabaya menunjukkan keseriusannya membangun skuad yang kompetitif untuk menghadapi Super League 2026/2027. Kali ini, Green Force resmi mengamankan tanda tangan gelandang bertahan asal Brasil, Gledson Paixao, dengan kontrak berdurasi satu musim serta opsi perpanjangan.
Kehadiran pemain berusia 31 tahun tersebut diyakini menjadi tambahan penting bagi kekuatan lini tengah Persebaya. Berbekal pengalaman bermain di kompetisi Indonesia bersama PSM Makassar, Gledson diproyeksikan menjadi sosok penyeimbang permainan sekaligus memperkokoh pertahanan tim racikan pelatih Persebaya.
Tak hanya piawai menjalankan peran sebagai gelandang bertahan, Gledson juga memiliki kemampuan bermain sebagai bek tengah. Fleksibilitas itu menjadi nilai tambah yang diharapkan mampu memberikan banyak pilihan strategi sepanjang musim.
Secara statistik, performa Gledson musim lalu juga terbilang impresif. Bersama PSM Makassar, ia mencatatkan persentase kemenangan duel bertahan mencapai 56,9 persen, menunjukkan konsistensinya dalam mematahkan serangan lawan sekaligus menjaga keseimbangan permainan.
Setibanya di Surabaya, Gledson mengaku langsung merasakan atmosfer hangat dari keluarga besar Persebaya. Sambutan tersebut semakin memperkuat keyakinannya untuk memberikan yang terbaik bersama Green Force.
"Sambutannya luar biasa. Menurut saya, sulit meminta sambutan yang lebih baik dari ini. Saya benar-benar bahagia dengan cara saya diterima di sini," ujar Gledson.
Nama Gledson memang bukan wajah baru di sepak bola Indonesia. Pada musim lalu bersama PSM Makassar, ia tampil dalam 22 pertandingan dengan torehan satu gol dan satu assist. Pengalaman itu dinilai akan mempercepat proses adaptasinya bersama klub kebanggaan Kota Pahlawan.
Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo pun bukan hal asing bagi pemain kelahiran 18 Mei 1995 tersebut. Saat masih berseragam PSM, ia pernah merasakan langsung tekanan dari ribuan Bonek dan Bonita yang memenuhi stadion.
"Saya pernah bermain melawan Persebaya dan tahu betapa sulitnya bermain di hadapan suporternya. Atmosfer yang mereka ciptakan sangat luar biasa," katanya.
Editor : Arif Ardliyanto