Sulap Drum Bekas Jadi Alat Pembakar Sampah Minim Asap, Inovasi Ini Bantu Warga Gresik
GRESIK, iNewsSurabaya.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya yang tergabung dalam Kelompok R11 Subkelompok 3 Teknologi Tepat Guna (TTG) memperkenalkan alat pembakar sampah minim asap kepada masyarakat Desa Sidokumpul, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jumat (10/7/2026).
Program tersebut menjadi salah satu upaya membantu masyarakat mengatasi persoalan sampah rumah tangga yang selama ini masih banyak dikelola melalui pembakaran terbuka. Metode tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran udara dan mengganggu kesehatan warga.
Bekerja sama dengan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Sidokumpul, mahasiswa KKN membuat alat pembakar sampah minim asap berbahan dasar drum bekas. Alat tersebut dirancang menggunakan sistem ventilasi udara sehingga proses pembakaran berlangsung lebih optimal dan menghasilkan asap yang lebih sedikit dibandingkan pembakaran secara konvensional.
Selain menyerahkan alat, mahasiswa juga menggelar sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga yang ramah lingkungan. Warga turut diberikan pelatihan penggunaan dan perawatan alat agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, tim KKN juga melakukan pendampingan dan evaluasi penggunaan alat guna memastikan teknologi tersebut dapat dioperasikan secara mandiri oleh masyarakat.
Ketua Subkelompok 3 TTG, Riko, mengatakan pemanfaatan drum bekas dipilih karena mudah diperoleh, biaya pembuatannya relatif murah, serta dapat diterapkan langsung oleh masyarakat sesuai kebutuhan di lingkungan desa.
"Kami ingin menghadirkan solusi yang sederhana, mudah dibuat, dan bisa diterapkan masyarakat. Harapannya, alat ini menjadi alternatif pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih ramah lingkungan sekaligus mengurangi dampak pembakaran terbuka," ujar Riko.
Salah seorang warga Desa Sidokumpul yang menerima alat tersebut mengaku terbantu dengan inovasi yang diperkenalkan mahasiswa KKN Untag Surabaya.
"Selama ini kami memang masih membakar sampah secara biasa sehingga asapnya cukup mengganggu. Dengan adanya alat ini, pembakaran terasa lebih praktis dan asapnya tidak sebanyak sebelumnya. Semoga alat seperti ini bisa dimanfaatkan lebih banyak warga," ujar Siti Aminah, warga Desa Sidokumpul.
Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga berharap teknologi tepat guna yang diperkenalkan mahasiswa KKN Untag Surabaya dapat terus dikembangkan sebagai salah satu solusi pengelolaan sampah rumah tangga di tingkat desa.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Untag Surabaya tidak hanya menghadirkan inovasi sederhana berbasis teknologi tepat guna, tetapi juga mendorong meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Penulis
Riko (Mahasiswa KKN R11 Untag Surabaya)
Editor : Arif Ardliyanto