PLN Bakal Bangun 2 PLTS Raksasa di Jatim, Emil Klaim Pasokan Listrik untuk Industri Makin Aman
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Jawa Timur bersiap memperkuat pasokan listrik sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih. PT PLN (Persero) berencana membangun dua pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan total kapasitas 200 megawatt (MW) yang akan tersebar di dua lokasi berbeda di provinsi ini.
Rencana tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat membuka pameran Manufacturing Surabaya yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-20. Menurutnya, proyek PLTS itu menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan listrik sekaligus mendukung transformasi energi di sektor industri.
"Saat ini PLN tengah berencana membangun pembangkit tenaga surya dengan kapasitas 2x100 MW di dua lokasi berbeda di Jawa Timur," ujar Emil.
Emil menegaskan, Jawa Timur memiliki peran strategis sebagai salah satu pusat industri manufaktur terbesar di Indonesia. Sektor manufaktur menjadi penopang utama perekonomian daerah dengan kontribusi lebih dari 30 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur.
Tak hanya itu, Jawa Timur juga menyumbang sekitar 22 persen dari total sektor manufaktur nasional. Besarnya kontribusi tersebut menjadikan provinsi ini sebagai salah satu pusat pengembangan teknologi dan investasi industri di Tanah Air.
Menurut Emil, kekuatan tersebut harus dibarengi dengan percepatan transisi energi agar target Net Zero Carbon Economy 2050 dapat tercapai.
Dalam paparannya, Emil menjelaskan terdapat dua fokus utama yang harus dilakukan industri manufaktur untuk menghadapi tantangan global.
Pertama, beralih menggunakan sumber energi yang lebih ramah lingkungan. Kedua, meningkatkan efisiensi energi melalui teknologi sehingga konsumsi listrik dapat ditekan tanpa mengurangi kapasitas produksi.
Langkah tersebut dinilai penting agar industri tetap kompetitif sekaligus mampu menekan emisi karbon.
Sebagai solusi yang dapat segera diterapkan, Emil mendorong pelaku industri maupun pemerintah menerapkan strategi quick wins atau langkah cepat yang memberikan dampak nyata.
Beberapa program yang telah berjalan di antaranya pemanfaatan tenaga surya untuk Penerangan Jalan Umum (PJU), pemasangan rooftop solar panel di berbagai sektor, hingga rencana pengembangan floating solar panel di kawasan bendungan.
Menurutnya, pembangunan dua PLTS berkapasitas masing-masing 100 MW oleh PLN akan menjadi penguat infrastruktur energi bersih di Jawa Timur.
Emil menilai, penerapan energi hijau kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bagi perusahaan yang ingin bersaing di pasar internasional.
Perusahaan, kata dia, kini dituntut memiliki laporan keberlanjutan (sustainability report) yang menunjukkan komitmen terhadap pengurangan emisi dan penggunaan energi ramah lingkungan.
"Kalau di laporan sustainability tidak ada upaya untuk menghijaukan bauran energinya dan metode produksinya, maka dia akan kalah bersaing dengan mereka yang sudah punya langkah konkret," tegasnya.
Pameran Manufacturing Surabaya 2026 juga menjadi ajang memperkuat kolaborasi internasional. Salah satunya melalui kehadiran Japan External Trade Organization (JETRO) yang membuka peluang kerja sama antara pelaku industri Indonesia dan Jepang.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat manufaktur nasional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tuntutan industri berkelanjutan.
Editor: Arif Ardliyanto