Pelindo Terminal Petikemas Borong Penghargaan GSPI ASRI 2026, Bukti Komitmen Pelabuhan Hijau
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Komitmen PT Pelindo Terminal Petikemas dalam menghadirkan pelabuhan yang ramah lingkungan dan berbasis teknologi kembali membuahkan hasil. Dua terminal yang dikelolanya, yakni Terminal Peti Kemas (TPK) Banjarmasin dan TPK Bitung, sukses meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026.
Penghargaan yang diserahkan di Gresik, Rabu (15/7/2026), oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI tersebut menempatkan TPK Banjarmasin sebagai penerima predikat Bintang Tiga, sedangkan TPK Bitung memperoleh predikat Bintang Dua.
Prestasi ini merupakan hasil asesmen yang dilakukan sepanjang 2025 terhadap sejumlah indikator penerapan konsep green and smart port, mulai dari tata kelola manajemen, aspek teknis kepelabuhanan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengelolaan lingkungan, efisiensi energi, hingga digitalisasi layanan.

Program GSPI ASRI 2026 sendiri dirancang untuk mempercepat transformasi pelabuhan nasional menjadi lebih aman, sehat, resik, dan indah (ASRI) sekaligus mendorong penerapan teknologi digital dalam operasional kepelabuhanan agar lebih efisien dan berkelanjutan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa pelabuhan memiliki peran vital dalam menjaga kelancaran rantai logistik nasional, khususnya distribusi pangan.
"Pelabuhan merupakan simpul utama dalam sistem logistik pangan nasional yang menghubungkan sentra produksi, kawasan industri, pusat distribusi hingga daerah konsumsi. Pengelolaan pelabuhan yang baik sangat menentukan kelancaran pasokan, membantu menekan disparitas harga, dan menjaga stabilitas pangan," ujarnya.
Menurutnya, transformasi menuju pelabuhan hijau dan cerdas harus terus diperluas agar distribusi barang semakin efisien sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia.
Hal senada disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Ia berharap semakin banyak pelabuhan di Indonesia mengadopsi konsep GSPI ASRI sehingga budaya operasional yang aman, bersih, sehat, dan modern tidak hanya diterapkan di sektor pelabuhan, tetapi juga berkembang ke moda transportasi lainnya.
Sementara itu, Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, menyebut penghargaan tersebut menjadi bukti nyata konsistensi perusahaan dalam membangun terminal peti kemas yang lebih ramah lingkungan, aman, dan memanfaatkan teknologi digital.
"Sebagai operator terminal peti kemas, kami berkomitmen mewujudkan pelabuhan hijau. Komitmen itu bukan sekadar memenuhi indikator penilaian, tetapi diterapkan dalam operasional sehari-hari melalui efisiensi energi, pengelolaan lingkungan, peningkatan keselamatan kerja, hingga digitalisasi layanan," katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan TPK Banjarmasin dan TPK Bitung menjadi motivasi untuk terus meningkatkan standar pengelolaan seluruh terminal di bawah naungan Pelindo Terminal Petikemas.
Ke depan, perusahaan juga akan mendorong terminal-terminal lainnya menerapkan prinsip green and smart port sesuai karakteristik masing-masing agar transformasi pelabuhan modern dapat berjalan merata.
Widyaswendra menegaskan, keberhasilan mewujudkan pelabuhan hijau tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, operator terminal, perusahaan pelayaran, pengguna jasa, tenaga kerja bongkar muat, hingga seluruh pemangku kepentingan di sektor kepelabuhanan.
Menurutnya, konsep green and smart port tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup penguatan tata kelola, budaya keselamatan kerja, efisiensi penggunaan sumber daya, serta integrasi sistem pelayanan digital yang mampu meningkatkan daya saing pelabuhan Indonesia di masa depan.
Editor: Arif Ardliyanto