get app
inews
Aa Text
Read Next : Kampus Surabaya Ini Dilirik Korea Selatan, Kolaborasi Internasional Siapkan Inovasi Pertanian

Sempat Ditemukan di Masjid, WNI Asal Madiun Ini Kembali Hilang di Korea Selatan, Ini Dugaan Modusnya

Rabu, 22 Juli 2026 | 08:19 WIB
header img
Misteri hilangnya WNI asal Madiun di Korea Selatan belum terpecahkan. Travel menduga korban sengaja kabur untuk bekerja ilegal setelah jejaknya kembali hilang di Gyeonggi-do. Foto iNewsSurabaya.id/pram

SIDOARJO, iNewsSurabaya.id – Misteri hilangnya Femas Yani Ariyanto (22), warga Desa Batengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, di Korea Selatan masih menyisakan tanda tanya. Sempat ditemukan berada di sebuah masjid di wilayah Gyeonggi-do, jejak pemuda tersebut kembali lenyap sebelum berhasil dijemput.

Perkembangan terbaru ini memunculkan dugaan baru. Biro perjalanan Berani Backpacker Sidoarjo yang memberangkatkan Femas menduga ia sengaja meninggalkan rombongan wisata untuk bekerja sebagai pekerja migran ilegal di Korea Selatan.

Perwakilan Berani Backpacker, Wiky Arian, mengaku awalnya tidak memiliki prasangka negatif terhadap hilangnya Femas. Namun setelah menelusuri berbagai fakta di lapangan, pihaknya menilai dugaan tersebut semakin menguat.

"Awalnya kita menduga tidak senegatif itu, namun akhirnya kita menduga kuat dia ingin kerja secara ilegal," ujar Wiky, Senin (20/7/2026).

Wiky menjelaskan, dugaan itu muncul karena Femas diduga sudah memisahkan diri dari rombongan sejak awal perjalanan wisata di Korea Selatan.

Selain itu, daerah asal Femas disebut termasuk dalam kategori zona merah bagi biro perjalanan karena beberapa kali ditemukan kasus peserta wisata yang kabur untuk bekerja secara ilegal di luar negeri.

"Dan setelah dia kabur, data-data saat kami cek ke ibunya, banyak sekali indikasi yang menurut kami janggal," ungkap Wiky.

Upaya pencarian sebenarnya sempat membuahkan hasil. Femas diketahui berada di sebuah masjid di kawasan Gyeonggi-do hingga Jumat pekan lalu. Namun sebelum proses penjemputan dilakukan, ia kembali meninggalkan lokasi.

"Kami sudah mendapatkan videonya. Yang bersangkutan sempat ditemukan di Masjid Angsan sampai hari Jumat, tetapi pada hari itu juga kami kembali kehilangan jejaknya," jelas Wiky.

Hingga kini, keberadaan Femas masih belum diketahui.

Hilang Saat Alasan Membeli Sepatu

Kasus hilangnya Femas sebelumnya menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial. Pemuda berusia 22 tahun itu dilaporkan menghilang sejak 28 Juni 2026 ketika mengikuti perjalanan wisata ke Seoul.

Saat itu, Femas berpamitan kepada pendamping rombongan dengan alasan ingin membeli sepatu. Namun setelah meninggalkan rombongan, ia tidak pernah kembali dan seluruh komunikasi terputus.

Koordinasi dengan Polisi Korea Selatan

Berani Backpacker menyatakan masih terus berkoordinasi dengan kepolisian Korea Selatan serta agen perjalanan setempat untuk melacak keberadaan Femas.

Sebagai bentuk tanggung jawab, biro perjalanan juga menyatakan siap menanggung seluruh biaya transportasi dan akomodasi kepulangan Femas ke Indonesia apabila berhasil ditemukan.

Meski demikian, dugaan bahwa Femas sengaja menghilang untuk bekerja secara ilegal masih sebatas asumsi dari pihak biro perjalanan. Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari otoritas Korea Selatan yang memastikan motif maupun keberadaan Femas.

Di sisi lain, ibu Femas, Muatin, mengaku terkejut mengetahui anaknya pergi ke Korea Selatan. Bahkan, ia baru mengetahui keberangkatan tersebut setelah menerima tagihan dari biro perjalanan.

"Saya tak tahu mengenai keberangkatan anak saya," kata Muatin.

Proses pencarian terhadap Femas Yani Ariyanto masih terus berlangsung, sementara keluarga berharap ia segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut