get app
inews
Aa Text
Read Next : Tren Kendaraan Listrik Menguat, Pembiayaan Tumbuh hingga 82,4 Persen

Harga Chip Semikonduktor Naik, Produsen Lampu LED Sesuaikan Harga Produk

Rabu, 22 Juli 2026 | 17:26 WIB
header img
Signify Indonesia meresmikan Philips Lighting Store di Jalan Kertajaya, Gubeng, Surabaya. (Foto : Lukman Hakim).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Lonjakan permintaan chip semikonduktor secara global yang dipicu pesatnya pembangunan infrastruktur Artificial Intelligence (AI) dan pusat data, berdampak pada industri pencahayaan. 

Signify Indonesia, produsen lampu Philips, mengonfirmasi adanya penyesuaian harga pada produk lampu berbasis Light Emitting Diode (LED) milik mereka.

​Sebagaimana diketahui, teknologi LED sangat bergantung pada komponen chip semikonduktor (seperti material galium atau arsenik) untuk mengubah energi listrik secara langsung menjadi cahaya. Terkurasnya kapasitas produksi chip dunia akibat kebutuhan industri AI pun berdampak langsung pada rantai pasok dan biaya produksi lampu LED di pasar.

President Director Signify Indonesia (Philips Lighting), Dedy Bagus Pramono, mengatakan kenaikan harga chip semikonduktor membuat biaya produksi meningkat. Sehingga perusahaan melakukan penyesuaian harga produk di pasar.

“Kami terus berupaya memitigasi dampaknya dengan menurunkan biaya produksi dan mengefektifkan berbagai proses operasional agar kenaikan harga tidak terlalu besar," ujar Dedy, Rabu (22/7/2026).

Ia mengungkapkan, penyesuaian harga tetap dilakukan, namun besarannya masih sejalan dengan tren kenaikan harga produk elektronik lainnya.

"Kalau dirata-ratakan, kenaikan harga yang kami lakukan tidak terlalu berbeda dengan produk elektronik lain, berada di kisaran 10 hingga 15 persen," katanya.

Chip semikonduktor merupakan komponen utama dalam lampu LED. Material semikonduktor di dalam dioda LED berfungsi mengubah energi listrik menjadi cahaya saat dialiri arus listrik. Karena itu, setiap gejolak harga maupun pasokan chip semikonduktor akan berdampak langsung terhadap industri lampu LED.

Meski menghadapi tantangan tersebut, Signify Indonesia mengaku tetap optimistis terhadap pertumbuhan bisnis di Tanah Air. Selain mengandalkan penjualan lampu baru, perusahaan juga terus memperkuat pasar penggantian (replacement market) yang dinilai masih memiliki potensi besar.

"Kami melihat setiap segmen konsumen memiliki kebutuhan yang berbeda. Maka dari itu kami terus menghadirkan produk-produk baru yang disesuaikan dengan karakter pasar," jelasnya.

Dedy menambahkan, pada semester pertama 2026 perusahaan masih mencatatkan pertumbuhan bisnis meski berada pada level satu digit.

"Alhamdulillah pada semester pertama tahun ini kami masih bertumbuh. Walaupun pertumbuhannya masih single digit, kami bersyukur dengan capaian tersebut dan berharap bisa terus meningkat melalui kolaborasi dengan para mitra bisnis," pungkasnya.

Sementara itu, guna memperkuat pasar di Jawa Timur, Signify Indonesia meresmikan Philips Lighting Store di Jalan Kertajaya, Gubeng, Surabaya, Rabu (22/7/2026). Gerai ini hadir dengan konsep experience store. 

Berbelanja lampu di toko ini, konsumen dijamin bakal mendapatkan inspirasi pencahayaan sekaligus pendampingan sebelum memutuskan membeli produk. Acara grand opening gerai ini dihadiri CEO Consumer Business Signify, Michael Kuhne dan CEO Consumer Business Regional Asia, Africa, Pacific, Middle East and Latin America Signify, Chandra Vaidyanathan.

Meski menghadirkan konsep experience store, Philips tetap mendistribusikan produknya melalui jaringan toko lampu yang telah menjadi mitra selama ini.

"Kehadiran Philips Lighting Store menjadi pilihan bagi konsumen yang ingin memperoleh pengalaman berbelanja yang lebih menyeluruh,” tandas Dedy. 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut