get app
inews
Aa Text
Read Next : Awal Tahun 2026, Kebun Binatang Surabaya Ramai Dikunjungi Wisatawan

Dugaan Satwa KBS Kelaparan di Tengah Isu Korupsi, Ini Penjelasan Resmi Pengelola

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:06 WIB
header img
Perumda Kebun Binatang Surabaya membantah isu satwa kelaparan di tengah dugaan korupsi. Manajemen memastikan seluruh hewan sehat, mendapat pakan teratur, dan perawatan sesuai standar. Foto iNewsSurabaya.id/ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Dugaan korupsi yang menyeret Kebun Binatang Surabaya (KBS) memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat. Salah satu isu yang ramai beredar di media sosial menyebut sejumlah satwa di KBS mengalami kekurangan pakan dan tidak terawat.

Menanggapi kabar tersebut, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kebun Binatang Surabaya menegaskan bahwa seluruh satwa yang berada di bawah pengelolaannya saat ini dipastikan dalam kondisi sehat. Manajemen memastikan pemenuhan kebutuhan pakan, kesehatan, hingga kesejahteraan satwa tetap berjalan sesuai standar lembaga konservasi.

Direktur Operasional dan Umum Perumda KBS, Nurika Widyasanti, mengatakan kesejahteraan satwa menjadi prioritas utama yang tidak pernah diabaikan. Menurutnya, setiap hewan mendapatkan perawatan secara berkelanjutan, termasuk pemeriksaan kesehatan rutin dan pengayaan lingkungan (enrichment) untuk menjaga perilaku alaminya.

"Kondisi satwa di KBS sampai dengan hari ini alhamdulillah dalam kondisi baik dan sehat. Kami selalu mengupayakan pemeliharaan maupun peningkatan kualitas secara berprogres dan berkelanjutan," kata Nurika. 

Ia menegaskan seluruh satwa memperoleh pakan, perawatan, dan pemeliharaan sesuai prinsip animal welfare atau kesejahteraan satwa.

"Kami memberikan pakan, perawatan, dan pemeliharaan satwa secara optimal sesuai dengan kaidah animal welfare atau kesejahteraan satwa," ujarnya.

Nurika juga meluruskan beredarnya sejumlah foto satwa yang viral di media sosial. Menurutnya, gambar yang menampilkan satwa seperti Melani, Betty, Beno, dan beberapa koleksi lainnya bukan merupakan kondisi terbaru di KBS.

Ia menjelaskan foto-foto tersebut merupakan dokumentasi lama yang kembali diunggah sehingga memunculkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut