Bank Jatim Fasilitasi UMKM Tembus Pasar Hong Kong Lewat Misi Dagang
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mendukung upaya Pemerintah Provinsi Jatim memperluas pasar ekspor melalui Misi Dagang dan Investasi di Hong Kong.
Kegiatan yang dipimpin Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tersebut membukukan transaksi final senilai Rp12,04 triliun. Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo turut hadir bersama jajaran Pemprov Jatim, pelaku usaha, dan mitra bisnis dari Indonesia maupun Hong Kong.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM, Bank Jatim mengikutsertakan tiga UMKM binaannya, yakni Sharktex, Yan Khurin, dan Anya Craft, untuk mempromosikan produk unggulan Jatim kepada calon pembeli dan mitra bisnis di Hong Kong.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan, partisipasi dalam misi dagang tersebut merupakan bagian dari komitmen perseroan mendorong UMKM naik kelas dan memperluas akses pasar hingga tingkat global.
"Dukungan terhadap misi dagang ini merupakan strategi Bank Jatim dalam memperkuat ekosistem ekonomi Jatim di pasar internasional. Melalui kegiatan ini, kami membantu membuka akses pasar global bagi UMKM binaan sekaligus memperkuat sektor riil dan layanan keuangan," ujarnya, Selasa (28/7/2026).
Dalam rangkaian kegiatan itu, Bank Jatim juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Prima Duta Sejati tentang penguatan literasi keuangan dan pemanfaatan layanan remitansi bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Penandatanganan dilakukan oleh Winardi Legowo dan Direktur PT Prima Duta Sejati Maxixe Mantofa, disaksikan Gubernur Khofifah.
PT Prima Duta Sejati merupakan perusahaan resmi penempatan PMI yang menangani proses rekrutmen, pelatihan, hingga pembekalan calon pekerja migran sebelum diberangkatkan ke negara tujuan.
Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak akan bersinergi meningkatkan literasi keuangan bagi calon PMI, PMI aktif, PMI purna, serta keluarganya. Kerja sama juga mencakup optimalisasi layanan remitansi Bank Jatim dan penyediaan berbagai produk perbankan melalui sosialisasi, seminar, pelatihan, dan program edukasi.
Winardi menegaskan, kolaborasi dengan berbagai mitra strategis diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi daerah, memperluas inklusi keuangan, serta meningkatkan daya saing UMKM Jatim di pasar global.
Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut capaian transaksi senilai Rp12,04 triliun menunjukkan tingginya kepercayaan pasar internasional terhadap produk unggulan Jatim.
"Hong Kong merupakan salah satu mitra dagang strategis Jatim. Tingginya permintaan terhadap produk unggulan Jatim membuktikan bahwa kualitas produk daerah mampu bersaing di pasar internasional," katanya.
Menurut Khofifah, Hong Kong memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan, logistik, dan keuangan dunia sehingga menjadi pintu masuk bagi produk-produk Jatim ke pasar global.
Karena itu, misi dagang tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai transaksi, tetapi juga membuka peluang investasi, memperluas jaringan bisnis, memperkuat rantai pasok, serta mendorong alih teknologi.
Khofifah juga mengapresiasi sinergi pemerintah, dunia usaha, dan sektor perbankan, termasuk Bank Jatim, dalam memperluas jejaring perdagangan dan investasi.
"Kolaborasi ini akan semakin membuka peluang ekspor, menarik investasi, dan meningkatkan daya saing produk unggulan Jatim di pasar global," pungkasnya.
Editor: Arif Ardliyanto