Banyak Bisnis Dinilai Masih Keliru Memilih Agency Konten, Ini Penyebabnya
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Banyak pelaku usaha dinilai masih keliru dalam memilih agency kreatif. Sebagian besar lebih menitikberatkan pada kualitas visual video, dibanding efektivitas konten dalam mendukung tujuan bisnis.
Padahal, video dengan tampilan menarik belum tentu mampu meningkatkan pemasaran apabila tidak dibangun melalui strategi konten yang tepat.
Founder dan CEO AIDIA Creative, Aldo Adela, mengatakan perbedaan mendasar antara rumah produksi video dengan agency konten terletak pada proses penyusunan strategi. Mulai dari riset audiens, penyusunan pesan, hingga konsistensi eksekusi.
"Banyak agency bisa membuat video yang bagus, tetapi berhenti sampai di situ. Yang kami tawarkan bukan sekadar video, apalagi viral, melainkan sebuah sistem," ujar Aldo, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, pendekatan berbasis sistem menjadi kunci agar setiap konten mampu mendukung target komunikasi dan pemasaran, bukan hanya menghasilkan tayangan yang menarik secara visual.
"Riset dan struktur konten yang kami gunakan telah teruji melalui ratusan klien, sehingga hasilnya tidak sekadar berdasarkan perkiraan," katanya.
Aldo menambahkan, menggunakan agency juga menjadi solusi bagi pelaku usaha yang belum memiliki sumber daya untuk membangun tim konten internal. Sebab, membentuk tim sendiri memerlukan proses rekrutmen, pelatihan, hingga pengelolaan SDM yang tidak sederhana.
Creative Director AIDIA Creative, Pamela Felita, mengatakan seluruh proses tersebut telah ditangani melalui sistem kerja yang terintegrasi.
"Klien tidak perlu lagi memikirkan arahan harian maupun mengelola pergantian anggota tim. Semua sudah menjadi tanggung jawab kami," ujarnya.
Menurut Pamela, setiap konten juga melewati proses kurasi dan pengendalian kualitas sebelum diserahkan kepada klien.
"Saya memastikan setiap output tidak hanya sesuai arahan, tetapi juga memiliki kualitas dan pesan yang tepat sebelum dipublikasikan," katanya.
Editor : Arif Ardliyanto